Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

11 Apr

Ellepot system, from Danish Ellegaard, will be adopted in the production of eucalyptus seedlings

Translated from Painel Florestal (Portuguese)

Eucalyptus,Ellepot

Details of eucalyptus seedling in Ellepot

In a leading nursery, with high precision and 100% automated. That’s how Fibria, the world leader in the production of pulp and eucalyptus, will produce their seedlings from March 2017.
With a capacity of 43 million seedlings per year, this automation was only possible with the adoption of Ellepot tubes system made of degradable paper certified by the FSC (Forest Stewardship Council), a Danish technology already established in the world.

Ellegaard-Fibria partnership began with insightful research in the nursery and plantation resulted in better yield and excellent quality seedlings. “We are very proud to have been chosen by Fibria to be part of this great project,” said Lars Steen Pedersen, CEO of Ellegaard.


Lebih Detail

05 Dec
Tim Agroschooling Clossing berfoto bersama

Tim Agroschooling Clossing berfoto bersama

Sabtu, 14 November 2015, International Association of Students in Agricultural and related Sciences (IAAS) Local Committee Unpad dan Massgro menyelenggarakan Agroschooling di SD Cikuda dan SD Cibeusi, Jatinangor yang dimulai pada 26 September – 14 November 2015.  Agroschooling 2015 dilaksanakan Untuk mengenalkan dunia pertanian pada murid-murid sekolah dasar dengan konsep “Creative Farming For Kids”, Pada kegiatan tersebut, murid-murid SD ini selain dikenalkan dengan dunia pertanian dan seberapa pentingnya pertanian untuk kehidupan, mereka juga diajarkan untuk cinta lingkungan.

Setelah beberapa bulan pembelajaran berjalan, dengan materi penanaman benih di tray semai, vertikultur, hidroponik kapiler, terrarium, kokedama, diet kantong plastik dan beberapa lagu bahasa inggris maka diadakan acara penutupan Agroschooling, pada Sabtu (14/11), IAAS LC Unpad  mengajak sekitar 138 murid untuk mengadakan pameran hasil karya di gedung aula FIB Unpad Jatinangor. Tujuannya adalah untuk berbagi hasil karya dari SD Cikuda dan SD Cibeusi dan membangkitkan cita-cita mereka untuk masuk pendidikan perguruan tinggi.

“Kegiatan pengabdian seperti ini, merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap organisasi dan IAAS Unpad mampu melaksanakan Agroschooling dengan luar biasa, terutama dalam membangkitkan profesi pertanian sejak dini dengan cara kreatif. Sehingga 9 tahun kedepan anak-anak ini berani memilih studi di fakultas pertanian karena mereka sudah melihat dan merasakan bagaimana petani yang sebenarnya” ujar bapak Noladhi Wicaksna SP., MP., Ph.D  di depan siswa, beberapa guru, kepala sekolah dan kepala desa Cibeusi selaku dosen dan tim LPKA Universitas Padjadjaran.

Kegiatan Agroschooling dinilai menarik karena dalam pembelajarannya, siswa diajarkan untuk mengenal berbagai macam media tanam mulai pada tahap pembibitan hingga pada fase menanam (Main Planting). Seperti dikatakan Kantri Maharani, selaku Marketing Communication Massgro yang menyampaikan kata sambutan pembukaan acara mengatakan, perlu adanya tunas generasi bangsa yang mencintai profesi seorang petani. Karena, negara kita agraris, dan potensi untuk maju di era pasar bebas internasional ini perlu disiapkan secara fundemental.

“Kita senang sudah diajarin bagaimana cara menanam pakcoy dan kangkung dengan kakak IAAS dan ternyata petani itu bukan hanya untuk orangtua” Ujar Noval siswa dari SD Cibeusi. Begitu juga dengan dengan Ichsan siswa dari SD Cikuda mengatakan, “kita ingin kakaknya ngajarin kita setiap minggu ada bukan hanya 8 minggu saja, karena setiap praktek di sekolah saya selalu ngelakukan juga dirumah”.

Murid-murid SD tersebut sangat antusias mengikuti acara penutupan Agroschooling 2015 bermain, bercerita serta menuliskan testimoni hasil dari kegiatan Agroschooling 2015. “Saya senang dan belajar banyak mengabdi dari IAAS Unpad, kegiatan ini dimulai dari tahun 2012 dan masih berjalan setiap tahun dan ini tahun ke-4, ini menunjukan bahwa Agroschooling penting dan memiliki pencapaian yang hebat. Saya berharap tahun 2016 Agroschooling tetap diadakan dengan anak-anak SD yang lebih banyak karena sangat bermanfaat untuk orang banyak” ungkap Maribi Putri salah satu volunteer dari UPI.

1448589987047

Pengarahan dari Guru SD Cibeusi

IMG_7390

Murid-murid SD Cibeusi dan Cikuda Jatinangor belajar menanam bibit

IMG_7393

Antusiasme Siswa terhadap Tray Semai 100 Massgro

IMG_7398

Volunteer IAAS membantu pada proses pembibitan

IMG_7405

Dengan sabar Volunteer Agroschooling menerangkan fungsi pembibitan

IMG_7394

Agroschooling bertujuan untuk mengubah stigma masyarakat dari sejak dini yang menyatakan bahwa pertanian adalah kegiatan orangtua, miskin dan tertinggal. Nyatanya, dengan teknik seperti ini, kegiatan pertanian tetap bisa dilaksanakan dan terasa menyenangkan karena selain praktik, didatangkan juga beberapa petani muda yang sukses. Diharapkan, Agroschooling dapat membangkitkan minat anak-anak terhadap dunia pertanian. No Farm, No Food, No Life! 

 

Penulis : Tim IAAS Unpad
Penyunting : Kantri Maharani (Marketing Communication Massgro)

 


Lebih Detail

02 Dec
Pupuk Fosfor dalam Pottray

Proses Pemupukan Menggunakan Tray Massgro di PTKS Medan

Pupuk Fosfat merupakan jenis pupuk tunggal (Straight Fertilizer) yang masuk ke dalam kategori pupuk buatan (Kimia), dimana seperti kita ketahui walaupun dikatakan sebagai pupuk buatan, namun pada proses pembuatannya tetap masuk ke dalam quality control yang baik.

Dilansir dari balittra.litbang.pertanian.go.idpupuk fosfat memiliki pengaruh terhadap proses, (1) Respirasi dan fotosintesis ; (2) Penyusunan asam nukleat ; (3) Pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah. ; (4) Perangsang perkembangan akar sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap kekeringan, dan mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen.

Pada artikel ini akan dibahas seputar 3 Karakteristik Jenis Pupuk Fosfat yang wajib Anda ketahui.

1. Larut dalam Air

Fosfor dikatakan larut dalam alam dikarenakan asam fosfor dapat diabsorbsi dengan cepat dan tersedia bagi tanaman muda dimana akar-akarnya belum berkembang secara sempurna. Uniknya, ketika sudah masuk-bercampur dengan tanah, asam fosfor yang sudah larut dalam air tersebut, berubah menjadi tidak larut dalam air, sehingga bahaya pencucian berkurang.

Pada tanah-tanah asam banyak dijumpai kondisi banyak mengandung Besi dan Alumunium, asam fosfor mudah sekali berubah menjadi tidak larut, sehingga P2O yang tersedia juga berkurang. Untuk memperkecil resiko ini pupuk harus diberikan dengan cara pocket atau drill sepanjang tanaman.

Contoh : Superphosphate (E.S.P.;D.S.P; T.S.P.) ; Mono Ammonium Phosphate; Di Ammonium Phosphate (D.A.P)

2. Larut dalam Asam Sitrat

Karakteristik ini sangat cocok untuk jenis tanah-tanah yang bersifat asam dan atau jenis-jenis tanah laterik. Sebagai contoh karakteristik ini, Basic Slag (14-18% P2O5); Rhenania Phosphate (32 – 26% P2O5 ) ;Di Calcium Phospahate (39% P2O

3. Tidak Larut dalam Asam Sitrat dan Air

Pupuk yang termasuk ke dalam grup ini adalah Rock Phosphate. Dapat dipakai untuk berbagai jenis tanah dengan dosis yang umumnya lebih tinggi daripada kedua kelompok di atas. Sangat lamban tersedia bagi tanaman, tergantung juga dari besar-kecilnya butiran, biasanya lebih dari 1 tahun. bila diberikan bersama-sama pupuk hijau, ketersediannya lebih cepat lagi.

Contoh, Rock Phospate  (30 – 36% P2O5)

Dengan demikian, kita bisa mengetahui, komposisi pupuk yang disesuaikan dengan kebutuhan tanam. Perlu juga diketahui, tanaman yang kekurangan unsur fosfor akan terlihat dari daun tua yang menjadi keunguan bahkan cenderung kelabu, tulang daun muda berwarna hijau gelap. Seperti hangus, dan pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan akhirnya rontok.

Sedangkan, tanaman yang kelebihan unsur fosfor meakibatkan, penyerapan unsur lain seperti unsur mikro besi, tembaga, dan seng terganggu. Untuk itu, perlu adanya takaran pas dalam menyusun komposisi nutrisi tanaman agar tumbuh kembang dengan baik. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam Hijau..!!


Lebih Detail

01 Sep

Kreatifitas Acu Irigasi Buatan

 

IMG_1810Hampir seluruh bagian Indonesia kini dilanda kemarau yang panjang. Sudah, dua bulan terkahir hujan tidak kunjung datang, dan entah bagaimana nasib petani yang harus merelakan tanah kering sawahnya untuk dijual demi penyambung hidup. Memang menjadi dilema bagi penduduk berwilayah tropis seperti Indonesia. Keuntungan kondisi iklim dan geografis yang dimiliki membuat Indonesia subur sebagai negara  agraria, hanya saja masih banyak faktor determinan yang bisa menjadikan bencana bagi keberlangsungan produksi pertanian itu sendiri.

IMG_1811

Pertanian tidak bisa terlepas dengan proses pengairan. Pengairan biasa dibagi menjadi dua klasifikasi. Klasifikasi pertama adalah, pengairan secara alami, dan kedua adalah pengairan secara buatan. Klasifikasi secara alami jelas ini proses pengairan yang 100% mengandalkan air hujan, atau menggunakan air genangan hujan yang sengaja ditimbun. Akan tetapi seiring waktu, jumlah debit air hujan yang sedikit dan kebutuhan lahan yang meningkat, maka diperlukan solusi untuk pengairan, yang biasa dikenal sebagai irigasi.

Secara harfiah Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang mempunyai hubungan dengan usaha untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian. Sesuai dengan harfiahnya, irigasi ini memiliki tujuan yang dapat dilihat secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, irigasi bertujuan untuk memberikan air sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. Sedangkan secara tidak langsung, irigasi bertujuan untuk mengatur suhu tanah, pencuci tanah dari racun, pengangkut bahan pupuk, dan lain-lain.

Mengingat begitu strategisnya tujuan dari irigasi, tentu sudah dapat dibayangkan bagaimana kondisi pengairan yang kering di lahan pertanian. Gagal panen tentu pasti. Misalnya, para petani tebu yang akhirnya tidak berhasil melanjutkan penanaman dengan serempak menggunakan metode bud chip yang menggunakan pot tray, itu dikarenakan faktor determinasi keperluan banyaknya volume air yang dibutuhkan oleh akar pada fase ratoon

Kondisi tersebut, membawa kreatifitas tersendiri untuk membuat solusi dari kelangkaan itu. Ada yang disebut irigasi tetes sederhana. Dikutip dari website BPTP Kalimantan Timur Irigasi tetes merupakan sistem irigasi yang cukup sederhana, dimana metode irigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui selang infus. Irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien. Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai. Bentuk sederhana dari sistem irigasi ini adalah dengan menggunakan botol minuman mineral bekas/bambu yang dilubangi,ada juga yang mendirikan tandon kemudian dialirkan dengan selang kecil untuk tiap tanaman, dan pastinya tetap bisa diaplikasikan pada pot-pot tanaman hias dirumah bahkan untuk sawah.

Cara kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penggunaan alat ini juga sangatlah mudah, yaitu dengan mengisi wadah botol air mineral bekas /bambu yang telah dilubangi dibawahnya sekitar 0.1 cm dengan air dan menggantungkannya pada tiang gantungan yang telah disediakan dekat dengan tanaman. Jumlah lubang tetesan air ke tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan air. Apabila botol sudah kosong diisi kembali dengan air.

irigasisdhrn

 

 

Memang selalu ada solusi dari setiap permasalahan. Hanya saja memang, sudah seharusnya kita menjaga kelestarian air agar tetap tersedia berupa cadangan yang dapat digunakan apabila musim kemarau melanda. Terpenting, tidak membuang-buang air bersih, dan turut andil menjaga kelestarian ligkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mempersempit ruang hijau dengan semen. Bayangkan, jika kemarau melanda dengan lamanya, apa jadinya manusia tanpa air dan pangan?, tentu menyedihkan.


Lebih Detail

27 Aug

Kelapa Sawit

 

Minyak kelapa sawit jenis komoditi yang dimiliki Indonesia cukup berpotensial sebagai primadona, baik pemenuhan kebutuhan domestik maupun pemenuhan kebutuhan internasional.

Selain kondisi tanah yang subur serta iklim yang mendukung, minyak kelapa sawit diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Artikel ini akan menjelaskan manfaat yang dimiliki minyak kelapa sawit.

1. Anti-aging

Minyak kelapa sawit biasa digunakan untuk perawatan anti penuaan. Pada minyak kelapa sawit sendiri terdapat kandungan tocotrienol, yang merupakan bagian dari keluarga vitaman E. Bentuk umum dari vitamin E, tokoferol, sudah lama digunakan untuk perawatan penyakit kulit dan itu ditemukan di produk-produk anti-aging. Vitamin E sangat kuat berperan sebagai antioksidan yang akan membantu kulit untuk melawan radikal bebas yang menghancurkan kulit dan menyebabkn garis halus dan kerutan.  Kelapa sawit mengandung toktrienols lebih kuat sebagai antioksidan dari pada tocopherols, yang sudah terbukti lebih efektif mencegah penuaan dan kerusakan dari radikal bebas. Digunakan secara topikal, seperti tokoferol, tokotrienol dapat menembus jauh ke dalam lapisan kulit untuk mengaktifkan penyembuhan dan perlindungan sampai dasar.

2. Pembersih dan pelembab
Minya sawit ditemukan banyak pada produk kosmetik, seperti shampoo, kondisioner, sabun, lotions, krim, alas bedak dan masih banyak lagi. Kandungannya dapat menyebabkan kulit menjadi halus dan luwes.

3.Kesehatan rambut
minyak kelapa sawit merah tidak hanya sanagt tinggi kanungan vitamin E, tetapi juga mengandung beta karoten. Rambut khususnya membutuhkan lemak larut Vitamin A, Vitamin E untuk memlihara akar dan kulit kepala.

4. Melawan Cancer
Pada dasarnya lipid (lemak) pada kulit dapat dihancurkan atau teroksidasi oleh terpaan ozon, yang dapat memicu munculnya radikal bebas di dalam kulita kita. Kelapa sawit sendiri memang sudah diciptakan untuk melawan radikal bebas, tetapi selain itu juga dapat mencegah
kelapa sawit dari pembentukan tempat pertama. Hasil uji oksidan lipid pada radikal bebeas terbukti penyebab utama dari sekian banyak penyakit kulit, termasuk cancer.

 

lihat juga,

Keuntungan cara persemaian menggunakan pot tray semai kelapa sawit.


Lebih Detail

16 Aug

Bung Karno pernah berkata, “Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Berat dan penuh makna, yang bisa kita ambil hikmahnya ketika memaknai kalimat singkat dari mantan presiden nomor 1 itu.

Berbicara tentang pemuda jelas tidak akan ada habisnya. Sebab generasi muda akan berjumlah banyak di setiap era. Berikut akan dibahas 10 pemuda yang meinspirasi Indonesia pada era dan bidang profesi yang berbeda :

sumber : www.wikipedia.com

sumber : www.wikipedia.com

1. Soekarni

Sosok muda yang enerjik dan memiliki intuisi yang luar biasa ini menjadi cikal bakal terjadinya Proklamasi Kemerdekaan. Mengenyam pendidikan dari ilmu jurnalistik Bandung ini dikenal sebagai revolusioner yang berhasil ditakuti oleh kolonial Belanda karena dia seorang pemberontak. Atas gelora jiwa muda yang dimilikinya lah, Bung Karno berhasil memproklamirkan kemerdekaan setelah pengasingan Rengasdengklok oleh Soekarni . (Dikutip dari Wikipedia)

Emil2. Ridwan Kamil

Siapa yang tidak tahu Ridwan Kamil, sosok muda dengan sapaan kang emil yang juga Walikota Bandung ini telah menginspirasi kaum muda perkotaan untuk giat dalam kegiatan lingkungan, bernama Indonesia Berkebun. Sebuah gerakan menggabungkan aspek sosial dan hobi (urban farming) berhasil menyulap lahan-lahan kosong di perkotaan untuk dijadikan lahan perkebunan. Kini gerakan tersebut berhasil menarik minat kaum urban perkotaan untuk mencintai kegiatan berkebun. (Dikutip dari berbagai sumber)

Dr Riny

3. Dr. Riny Sari Bachtiar

Seorang dokter muda yang merupakan koordinator volunteer dokter terbang ini patut diacungkan jempol. Atas inisiatif dan keberanian tinggi ia berhasil menembus pedalaman Papua yang ketika itu ia dan tim dokter volunter terhalang oleh kondisi fasilitas dan akses kesehatan yang tersedia di sana, ia menerjang jalur laut dan tak tak jarang melampaui pedalaman menggunakan kapal perintis. Kini berkat dedikasinya itu, akses transportasi dan fasilitas kesehatan perlahan diberikan oleh Pemerintah pusat dan setempat. (Dikutip dari detik.com)

Martunis4. Pesepak Bola, Martunis

Tragedi Tsunami yang terjadi 12 tahun lalu di Aceh menjadi titik balik jalan hidup bagi anak 12 tahun lalu. Adalah Martunis sang anak kecil yang diangkat anak oleh Cristiano Ronaldo kini sudah tumbuh dewasa dan kini sudah menjadi pesepak bola di klub besar Sporting Lisbon, Portugal. Perjalanan hidup yang berawal dari kesedihan kini sudah menjadi prestasi gemilang yang menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia. (Dikutip dari: bola.viva.co.id)

Nadiem Makariem

5. Nadiem Makarim,

Sang juragan Go-jek Fenome ojek online di Indonesia menjadi terobosan baru teknologi yang patut diperhitungkan. Siapa sangka pria muda bernama Nadiem Makarim sang pendiri Go-jek terinspirasi dari rutinitas penggunaan ojek di Jakarta yang memprihatinkan. Modernisasi yang dlakukan nya bertujuan agar para ojek dapat memiliki akses komunikasi, transaksional pembayaran, dan produktivitas akan meningkat. Maka tidak heran, jika nama brand gojek begitu pesat 2 tahun terakhir ini. (Dikutip dari berbagai sumber)

ferry6. Ferry Unardi

Lagi-lagi masih tentang bisnis online yang cukup inspiratif dari kaum muda. Ferry Unardi, pria asal Padang, Sumatra Barat mengibarkan e-commerce Traveloka setelah ia lulus menjadi sarjana di Amerika. Gagasan ide ini berawal dari pengalaman dirinya yang sulit mencari tiket pesawat pulang dengan harga yang murah ketika di Amerika. Kini Traveloka berhasil menjadi pioneer munculnya e-commerce dalam bidang traveling. (dikutip dari www.swa.co.id)

Tiza7. Tiza Mafira

Penggunaan plastik yang tidak mudah diurai membuat kekhawatatiran tersendiri bagi Tiza Mafira perempuan cantik penggagas Gerakan indonesia Diet Kantong Plastik (GIDP). Gerakan ini dimulai dari inisiatif dirinya yang mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama peduli dengan bahayanya penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye pertama dilakukan dengan petisi online di change.com. Hasilnya, kini ia berhasil menarik anak muda seluruh Indonesia untuk peduli, dalam satu wadah komunitas bernama Indonesia Diet Kantong Plastik. (Dikutip dari www.liputan6.com)

Mitha8. Miftahul Huda

Menjadi seorang petani mungkin tidak masuk dalam daftar cita-cita anak bangsa saat ini. Tapi tidak bagi Miftahul Huda. Lulusan Institut Pertanian Bogor ini sangat beda. Idelisme dan cita-cita mulia untuk pulang ke kampung halaman sebagai petani modern, ini berhasil membangun Banjarnegara dengan budidaya kentang. Tidak hanya sebagai pemenuhan sumber pangan, ia juga membuka lahan pekerja dengan mengajak para petani untuk menggarap lahan sebagai upaya budidaya kentang. (Dikutip dari : www.tabloidsahabatpetani.com)

134821_marshachikita9. Marsha Chikita Fawzi

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh kartun Upin Ipin yang sudah menghibur anak anak indonsia. Adalah Marsha Chikita Fawzi sang kartunis asal Indonesia yang menciptakan sosok kartun upin ipin saat ini. Walaupun kartun upin ipin merupakan produksi Malaysia, Indonesia harus berbangga memiliki anak bangsa yang bisa membawa nama harum bangsa di negara lain. (Dikutip dari detik.com)

radit2dlm10. Raditya Dika

Sosok muda, cerdas, kreatif dan pandai menghibur ini dinobatkan menjadi tokoh inspiratif bagi kaum muda tanah air. Gagasan Cerdasnya dituangkan dengan karya seni baik berupa karya novel, film ataupun stand up comedy show berhasil meraih antusiasme kaum muda Indonesia. Bahkan Sosial media yang dimilikinya kini sudah menembus lebih dari 7 juta followers. (Dikutip dari: www.kaltimtribunnews.com)

70 tahun kemerdekaan Indonesia kini membawa harapan baru dengan semangat baru. Apa pun dan di mana pun kita berkarya sudah seharusnya didedikasikan untuk tanah Air tercinta. Dirgahayu Republik Indonesia ke 70 tahun semoga makin berjaya menembus sangsaka internasional dengan semangat muda penuh inspiratif bersama kita bisa.

 


Lebih Detail

10 Jul

Pembibitan kunci faktor kesuksesan dari proses pengembangan hasil hutan dan pertanian. Seperti kita ketahui tujuan dari kegiatan pembibitan merupakan perpaduan dari produksi biomassa komersial , rehabilitasi lahan dan konservasi hutan, membangun kapasitas lokal dan peningkatan mata pencaharian, mitra kerja yang terlibat dengan operasional pembibitan (sudah termasuk para petani), para wirausahawan, badan – badan komersial, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Komunitas, Proyek-proyek, dan agen pemerintah.

Ukuran, komposisi dan ketersediaan jangka panjang (umur panjang) merupakan pembibitan yang juga sudah bervariasi. Ada tipe pembibitan yang sudah memproduksi mulai 50 hingga beberapa ribu benih per musim. Komersialisasi besar-besaran atau pembibitan milik Pemerintah yang memproduksi 100.000 benih per musim atau bahkan bisa lebih. Lahan pembibitan sederhana sering didirikan dari sumber daya yang dapat ditemukan secara lokal. Kebanyakan dari grup dan komunitas pembibitan didirikan dengan dukungan pihak luar seperti proyek-proyek, LSM atau agen Pemerintah. Beberapa pembibitan komersil skala besar didirikan dan dioperasionalkan menggunakan teknlogi terkini.

Pembibitan pohon merupakan lahan yang dikelola, yang didesain untuk menghasilkan pohon yang tumbuh dengan kondisi yang diinginkan sampai pada waktu mereka siap ditanam. Dapat bersifat informal, pengaturan skala kecil atau perusahaan komersil besar. Variasi pembibitan dapat dilihat dalam dari ukuran, fasilitas-fasilitas yang digunakan seperti perbekalan, alat-alat, perlengkapan, dll, tipe produksi benih, dan operasional yang diterapkan. Pembibitan juga berbeda sangat signifikan dalam hal kualitas dan kuantiti dari produksi persediaan penanaman. Namun, tujuan utama dari semua pembibitan ialah untuk menghasilkan kuantiti yang cukup dengan kualitas benih yang tinggi untuk memuaskan keinginan pengelola. Kategori pengelola termasuk operator pembibitan sendiri, individu, komunitas organisasi, kelompok tani, agen pemerintah, LSM, korporasi atau pelanggan pribadi.

TIPE-TIPE DAN KARATERISTIK NURSERY

Pembibitan pohon sangat bervariasi dari beberapa lusin benih yang tumbuh di bawah halaman belakang pohon untuk mekanik perusahaan yang memproduksi jutaan benih komersial per tahun. Meskipun beragam, terdapat empat pembibitan utama : lembaga pembibitan, proyek pembibitan, kelompok pembibitan, dan pembibitan individual. Lembaga pembibitan lebih lanjut terdiri tiga sub kategori antara lain, riset pembibitan, pembibitan milik pemerintah, dan industri pembibitan.

Pada artikel kali ini akan dibahas beberapa tipe nursery yang akan dibandingkan berdasarkan deskripsi, objektif, orientasi komersil, kualitas dan kuantitas dari pemasukan dan produk, teknologi, manajemen, riset/inovasi, peningkatan kapasitas, penyuluhan dan layanan lainnya, dukungan eksternal/internal, keuntungan dan keterbatasan.

Deskripsi Kelima Tipe Pembibitan

sumber : University of Idaho

sumber : University of Idaho

1.Penelitian Pembibitan

Tipe penelitian pembibitan biasanya didirikan, dioperasionalkan, dan diatur dari unit riset agen pemerintah, lembaga akademik, korporasi atau organisasi internasional. Biasanya tipe pembibitan seperti ini didesain menjadi fasilitas permanen dan dioperasikan selama paling sedikit 5-10 tahun. Selain itu, dilengkapi dengan perlengkapan yang modern. Proses yang dioperasionalkan antara lain, perbekalan, bahan, peralatan, alat pendukung dan instrumentasi biasanya cukup untuk diproduksi benih dan mendiagnosis/analisis tampilan benih.

 

 

 

Tanaman Acacia menggunakan Ellepot (Massgro Documentary)

Tanaman Acacia menggunakan Ellepot (Massgro Documentary)

2.Industri Pembibitan

Tipe ini, dikhususkan untuk skala industry dengan jumlah yang besar, biasanya hutan industri. Jumlah kapasitas produksi yang banyak dan menghasilkan volume besar bibit per tahun. Dalam proses penanamannya, tipe pembibitan ini memiliki standar kualitas atau spesifikasi. Prosesnya terdapat pengatur kualitas yang ketat. Fasilitas didesain permanen agar dapat dioperasionalkan untuk jangka waktu panjang. Hasil dari pembibitan industri ini dapat memberikan kualitas bibit yang ditujukan untuk komunitas kelompok kecil petani termasuk petani privat/individual yang nantinya akan mengembangkan industry ini menjadi industry perkebunan. Beberapa tipe industri pembibitan juga memproduksi benih untuk dikomersialisasikan.

 

Sumber : Disbun Kampar

Sumber : Disbun Kampar

3. Pembibitan Milik Pemeritah

Tipe ini didirikan dan dioperasionalkan oleh agen pemerintah nasional dan lokal untuk mendukung reboisasi dan program komunitas tanaman. Keberadaan tipe pembibitan ini juga biasanya sebagai wujud kolaborasi unit pemerintah atau komunitas yang nantinya sebagai pemenuhan kebutuhan baik lingkup nasional atau lokal. Dalam Beberapa tahun terakhir desentralisasi pemerintah di banyak negara sudah menghasilkan atas transformasi pusat ke manajemen lokal. Pembibitan milik Pemerintah memiliki sedikit kegiatan dan lebih kecil jika dibandingkan Pembibitan Industri. Ada yang menjadi perbedaan mendasar, proses produksi pembibitan tidak dikendalikan oleh pasar. Tetapi dijalankan atas permintaan organisasi pemerintahan atau masyarakat lokal.

 

 

sumber : mongabay.co.id

sumber : mongabay.co.id

4. Proyek Pembibitan

Tipe ini merupakan pembibitan berbasis proyek, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau pengembangan organisasi. Mereka mempromosikan budaya atau gaya hidup dengan komunitas yang ditargetkan. Lama bertahan tipe proyek pembibitan ini biasanya 3-5 tahun, tetapi bisa berlangsung waktu yang lama. Variasi kapasitas produksi mulai dari 10.000 hingga 100.000 benih per tahun. Biasaya tipe proyek pembibitan ini memiliki akses untuk menyediakan teknik informasi dan sumber produksi dari sebuah institusi pembibitan. Mereka mempromosikan pelatihan cara membibit untuk target komunitas dan kelompok penggerak pengembangan pembibitan.

 

 

sumber : hariansib.co.id

sumber : hariansib.co.id

5. Kelompok Pembibitan

Tipe kelompok pembibitan ini sengaja didirikan untuk membentuk kegiatan teknis dan kapasitas kepemimpinan dari anggota kelompok dan memperluas jumlah jenis dan kualitas ketersediaan plasma nutfah untuk diberikan kepada anggota kelompok. Mereka memproduksi sekitar 500 hingga 10.000 benih. Pembibitan kelompok kecil dapat dioperasikan paling sedikit 2 hingga 3 rumah tangga, sedangkan pembibitan yang lebih besar dioperasikan oleh kelompok spesifik untuk mengembang tanggung jawab tersebut. Kedua pihak baik laki-laki dan perempuan memiliki peran dalam kelompok pembibitan. Kelompok lebih kecil cenderung memiliki masa hidup lebih lama, hal ini dikarenakan perpaduan yang terjadi sering berdasarkan hubungan keluarga, pertemanan, dan kepercayaan. Kelompok pembibitan yang lebih besar, cenderung menghentikan kegiatan operasional ketika tujuan terpenuhi atau dukungan pihak luar dihentikan.

Ukuran, kapasitas produksi dan tingkat kecanggihan bervariasi yang meluas, mulai dari beberapa bibit ditanam di daur ulang di dalam tray. Tipe kelompok pembibitan ini juga terbilang terbatas dalam hal pendistribusian yang hanya kepada komunitas dan sesekali memenuhi kebutuhan skala kecil proyek penanaman. Meski terbatas, sifat pembibitan yang individual sering memproduksi berbagai spesies tanaman yang luas.

(sumber informasi : Tree Nursery Sourcebook, Winrock Internasional )


Lebih Detail

01 Jul
Model Tray 45 cell Massgro Pada Fase Kecamba

Model Tray 45 cell Massgro Pada Fase Kecamba

Indonesia harus bersyukur memiliki potensi iklim yang baik untuk ditanami jenis beberapa komoditi pertanian, terlebih komoditi yang biasa dijadikan sebagai makanan pokok sehari-hari. Tebu salah satunya.

Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula dan vetsin. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Kemampuan berumur mencapai kurang lebih 1 tahun.Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra.

Banyak manfaat yang dihasilkan dari tanaman berjenis rumput ini. Tebu dapat menghasilkan biomassa yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi. Biasanya digunakan sebagai bahan bakar memasak. Tebu juga bisa digunakan untuk bahan bakar boiler sebagai pembangkit listrik, dan juga yang paling famliar, air perasan tebu yang menjadi pelepas dahaga.

Potensi membumi dan komersial seperti dimiliki tebu menjadikan perkembangan komoditi ini menjadi stimulus munculnya inovasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi. Seperti yang akan dibahas pada salah satu buku jurnal yan dikeluarkan oleh Media Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan. Dalam buku setebal 129 halaman, kita akhirnya menjadi tahu 4 pilar utama cara meningkatkan produktivitas.

Empat pilar utama tersebut antara lain Pembibitan, Sulaman / sisipan, Pemupukan dan Manajamenen akar.

Tray Massgro    A.Pembibitan
pada pilar ini pembibitan cukup dengan pembibitan pola baru, 3 tahap pembibitan yang biasa        dikenal :
1. Pembibitan cukup (suatu pembibitan tingkat litbang)
2. Pembibitan Perbanyak (di lapang)
Sebagai upaya penekanan biaya produksi bibit, maka jarak tanam (PKP)
disesuaikan dengan umur panennya sekitar 80-90cm. Syarat bibit harus diperhatikan seperti        kemurnian, sehat dan berdaya tumbuh tinggi.

Seleksi bibit harus diarahkan pada tingkat rendemen, berat batang per/m, jumlah anakan, tinggi batang , tingkat kerobohan, ketahanan terhadap hama/penyakit dan adaptasi.

B.Sulaman/Sisipan
Meningkatkan jumlah tanaman, agar sesuai degan norma yakni 100.000 batang/ha dengan cara :

1.Menanam dengan bibit yang baik dan seragam (1) dengan jumlah yang cukup.
2.Sulaman pada plant cane dilakukan pada bulan ke-2, pada saat tunas telah tumbuh dengan bibit yang telah disipakan dalam pottray.
3.Sulaman/sisipan tanaman tebu pada Ratoon, dilaksanakan segera setelah tebang dengan bibit pottray. Bibit dalam pottray belum biasa digunakan dalam tanaman tebu, namun hal ini dapat dilaksanakan tanpa ada kesulitan. Bibit disiapkan oleh masing-masing petani.

C. Pemupukan
Memperbaiki teknik pemupukan dan pembuatan rekomendasinya dengan 5T :
1.Dalam menentukan rekomendasi pemupukan, dilakukan teknik analisa daun yang dilengkapi dengan percobaan pemupukan untuk mencari titik efisiensi ekonomi secara riil.
2.Memperbanyak frekuensi pemupukan agar penyerapan hara lebih baik.
3.Memperhatikan T lainnya seperti tepat cara, tepat waktu, dan tepat jenis.
4.Menggunakan pupuk organic yang mengandung mikroba pelarut hara untuk “menghidupkan tanah” kembali.

Kondisi AkarD.Manajemen Akar
Melaksanakan manajemen akar dengan baik dapat mendukung peningkatan produktivitas. Caranya antara lain:
1.Pembumbunan (Penutupan akar oleh tanah).
2.Memutuskan akar untuk merangsang perakaran baru.
3.Memotong bekas tebangan serapat mungkin dengan tanah, untuk menghindari “akar gantung”.

Ada hal yang paling penting dalam memperlakukan akar tanaman, terutama tebu. Merawat akar agar tumbuh sebaik mungkin memerlukan perhatian lebih karena seperti yang kita ketahui dalam prakteknya tidak terlalu mudah dilaksanakan terutama yang menggunakan mekanisasi penuh.

Waktu paling tepat melaksanakan perawatan akar adalah pada umur 0-3 bulan dan dapat diperpanjang sampai umur 5 bulan sesuai kondisi dilapangan.Perawatan akar ini minimal dapat menjaga kondisi akar agar tetap dapat berkembang denga baik, misalnya dengan pemberian mulsa.

Tebu saat ini masih dijastifikasi sebagai tanaman semusim. Padahal saat ini tebu sudah menjadi tanaman tahunan. Tinggal bagaimana kita merubah paradigm dasar kita bahwa benar-benar tanaman tahunanan yang mana, hasil yang dicapai akan maksimal jika kita tahu bagaimana cara merawatnya.

Jika selama ini petani mengeluh harus menanam pada lahan yang mendekati basah, kini tebu bisa ditanam pada lahan kering. Tinggal bagaimana kita melaksanakan teknis agronomis yang baik. Pada teknisnya, teknis agronomi ini tentu akan memuaskan dan lebih cepat terlihat, apabila usaha ini dilakukan secara intensif.

Keterangan :
Ratoon adalah sisa tanaman haruslah ditinggalkan, karena potensi produktivitas ratoon lebih besar dari plant cane. Ratoon perlu perencanaan jangka panjang (minimal 5 tahun) terutama dalam pencapaikan produksi.


Lebih Detail

29 May

Line Bar

Using Gmail tabs?Drag this email to your “primary”tab to avoid missing info from massgro.com!


If you have difficulty in viewing this email, please click here.


massgro_logo

Massgro Newsletter
Edisi Mei/Juni 2015
Dear Member

Kami selaku exhibitor open booth Massgro mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan antusiasme Anda terhadap produk kami, yang sudah kami tampilkan pada kesempatan Pameran PTKS 2015 di Yogyakarta. Bersaman dengan dikirimnya News Letter ini, kami menawarkan layanan khusus untuk produk-produk Massgro pada komoditi Kelapa Sawit, Tebu, dan tanaman HTI lainnya. Berikut Kami Tawarkan tiga produk seperti :

320 CC SQUARE TUBE

Big Square Tub Depan

TRAY 63 CELL

T45-tanam

ELLEPOT SYSTEM

DSC01042

Massgro merupakan 100% produk asli Indonesia hadir memberikan pilihan terbaik dalam bidang peralatan hortikultura yang terbuat dari plastik. Dengan ekspansi penjualan internasional, kami dipercayai sebagai pemasok berbagai pembibitan di Amerika, Eropa, dan Australia. Massgro merupakan produk unggulan bidang hortikultura dari PT. Megah Buana Pancarona yang sudah digunakan oleh banyak nursery dengan beragam komoditas di antaranya adalah : tomat, paprika, tebu, eucalyptus, kelapa sawit, sayuran dan tanaman hias. Ayo, Tunggu apa lagi !. Contact Person : Massgro (08881080888)

Salam hangat,
Redaksi Massgro


Lebih Detail

News Report : Bisnis, Kebersamaan, dan Persahabatan di PTKS 2015
29 May

 

DSC01668Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2015 di Yogyakarta bulan lalu (20/5) memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung dan exhibitor yang terdiri dari produsen dan jenis perusahaan pendukung bisnis usaha kelapa sawit di Indonesia. PTKS 2015 merupakan rangkaian dari seminar, workshop, pameran industri kelapa sawit, dan diakhiri dengan field trip yang diikuti oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang ada di Indonesia.

Kebersamaan yang terjalin selama empat hari berturut-turut seperti ajang reuni (temu kangen) para pelaku bisnis kelapa sawit di mana pun. Saling tukar gagasan dan permasalahan yang terjadi di lapangan menjadikan pertemuan ini seperti lumbung solusi dari tiap-tiap perusahaan. Bisa dikatakan pelaku bisnis kelapa sawit “Dia Lagi, Dia Lagi”, hampir di beberapa pertemuan kelapa sawit mereka sering bertemu, maka tidak heran jika senyum, selalu terlihat di Ballroom Alana Hotel, Yogyakarta. Selain itu juga, suasana makin meriah ketika salah satu peserta menyumbangkan lagu di panggung, tidak lama peserta lainnya saling unjuk gigi hingga terjadilah kolaborasi antar peserta. Kondisi ini membuat para exhibitor yang membuka booth pameran juga ikut menikmati suasana ruangan hingga banyak yang tersenyum dan tertawa. DSC01669

Sebuah event seperti pameran tidak hanya sekedar berbisnis. Ihwal tujuan bisnis yang utama, namun jauh dari itu, hubungan kedekatan yang dapat dimengerti satu sama lain dalam hal pembibitan kelapa sawit berupa teknologi dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh tiap perusahaan juga kian penting, karena kebutuhan tiap perusahaan berbeda maka fungsi konsultasi kerap dijalankan oleh para exhibitor. Begitu juga dengan Massgro, salah satu perusahaan penyedia wadah/alat persemaian kelapa sawit berupa pot tray berkesempatan untuk berpartisipasi sebagai exhibitor di PTKS 2015 Yogyakarta.

DSC01642Banyak pelaku usaha kelapa sawit baik bidang Riset, Pengadaan, Marketing, Development, hingga Direktur mengunjungi stand Massgro yang berkuran 3×3 meter yang bernuansa hijau, dan juga terintegrasi dengan visi kami yaitu “Praktis dan Inovatif”. Mereka berkunjung sambil  berbagi cerita dan pengalaman seputar media persemaian yang selama ini mereka gunakan. Selain itu berdasarkan pengamatan dari cerita-cerita dan pengalaman yang dilontarkan para pengunjung, Massgro berinisiatif untuk menawarkan produknya untuk menjadi solusi permasalahan yang muncul ketika di lapangan.

Pada dasarnya  Permasalahan yang muncul ketika persemaian (pre nursery) adalah wadah yang cepat rusak, perlu adanya efisiensi, jumlah lahan yang terbatas, dan limbah polybag yang menumpuk di lahan. Untuk itu, Massgro hadir menawarkan pilihan lain dalam hal wadah persemaian yang ergonomis (mudah digunakan), jika dibandingkan dengan wadah persemaian yang lain, pot tray Massgro tidak membutuhkan banyak tanah, sehingga dikatakan cukup efisien.

DSC01647Massgro memberikan kesempatan bagi perusahaan yang ingin memesan trial produk bernama 320 cc Square Tube dengan tujuan sebagai riset, komperasi penggunaan dengan wadah persemaian sebelumnya, atau sebagai alat utama persemaian kelapa sawit itu sendiri. Produk Massgro yang diperkenalkan lainnya adalah inovasi baru persemaian dari Denmark bernama Ellepot System. Ellepot System merupakan inovasi baru persemaian yang menggunakan paper cup (berbahan kertas) yang lebih efisien dan tidak menimbulkan limbah di tanah. Ellepot masih diperuntukan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) seperti akasia, sedang untuk kelapa sawit masih proses uji coba di Ekuador.

PTKS 2015 tidak hanya memberikan peluang bisnis melainkan kebersamaan sehingga terjalin hubungan persahabatan. Harapan tercipta simbiosis mutualisme antara exhibitor dan pengunjung atau bahkan exhibitor dengan exhibitor akan nyata di depan mata. Sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang pada pameran-pameran berikutnya.


Lebih Detail