Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

11 Apr

Ellepot system, from Danish Ellegaard, will be adopted in the production of eucalyptus seedlings

Translated from Painel Florestal (Portuguese)

Eucalyptus,Ellepot

Details of eucalyptus seedling in Ellepot

In a leading nursery, with high precision and 100% automated. That’s how Fibria, the world leader in the production of pulp and eucalyptus, will produce their seedlings from March 2017.
With a capacity of 43 million seedlings per year, this automation was only possible with the adoption of Ellepot tubes system made of degradable paper certified by the FSC (Forest Stewardship Council), a Danish technology already established in the world.

Ellegaard-Fibria partnership began with insightful research in the nursery and plantation resulted in better yield and excellent quality seedlings. “We are very proud to have been chosen by Fibria to be part of this great project,” said Lars Steen Pedersen, CEO of Ellegaard.


Lebih Detail

05 Dec
Tim Agroschooling Clossing berfoto bersama

Tim Agroschooling Clossing berfoto bersama

Sabtu, 14 November 2015, International Association of Students in Agricultural and related Sciences (IAAS) Local Committee Unpad dan Massgro menyelenggarakan Agroschooling di SD Cikuda dan SD Cibeusi, Jatinangor yang dimulai pada 26 September – 14 November 2015.  Agroschooling 2015 dilaksanakan Untuk mengenalkan dunia pertanian pada murid-murid sekolah dasar dengan konsep “Creative Farming For Kids”, Pada kegiatan tersebut, murid-murid SD ini selain dikenalkan dengan dunia pertanian dan seberapa pentingnya pertanian untuk kehidupan, mereka juga diajarkan untuk cinta lingkungan.

Setelah beberapa bulan pembelajaran berjalan, dengan materi penanaman benih di tray semai, vertikultur, hidroponik kapiler, terrarium, kokedama, diet kantong plastik dan beberapa lagu bahasa inggris maka diadakan acara penutupan Agroschooling, pada Sabtu (14/11), IAAS LC Unpad  mengajak sekitar 138 murid untuk mengadakan pameran hasil karya di gedung aula FIB Unpad Jatinangor. Tujuannya adalah untuk berbagi hasil karya dari SD Cikuda dan SD Cibeusi dan membangkitkan cita-cita mereka untuk masuk pendidikan perguruan tinggi.

“Kegiatan pengabdian seperti ini, merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap organisasi dan IAAS Unpad mampu melaksanakan Agroschooling dengan luar biasa, terutama dalam membangkitkan profesi pertanian sejak dini dengan cara kreatif. Sehingga 9 tahun kedepan anak-anak ini berani memilih studi di fakultas pertanian karena mereka sudah melihat dan merasakan bagaimana petani yang sebenarnya” ujar bapak Noladhi Wicaksna SP., MP., Ph.D  di depan siswa, beberapa guru, kepala sekolah dan kepala desa Cibeusi selaku dosen dan tim LPKA Universitas Padjadjaran.

Kegiatan Agroschooling dinilai menarik karena dalam pembelajarannya, siswa diajarkan untuk mengenal berbagai macam media tanam mulai pada tahap pembibitan hingga pada fase menanam (Main Planting). Seperti dikatakan Kantri Maharani, selaku Marketing Communication Massgro yang menyampaikan kata sambutan pembukaan acara mengatakan, perlu adanya tunas generasi bangsa yang mencintai profesi seorang petani. Karena, negara kita agraris, dan potensi untuk maju di era pasar bebas internasional ini perlu disiapkan secara fundemental.

“Kita senang sudah diajarin bagaimana cara menanam pakcoy dan kangkung dengan kakak IAAS dan ternyata petani itu bukan hanya untuk orangtua” Ujar Noval siswa dari SD Cibeusi. Begitu juga dengan dengan Ichsan siswa dari SD Cikuda mengatakan, “kita ingin kakaknya ngajarin kita setiap minggu ada bukan hanya 8 minggu saja, karena setiap praktek di sekolah saya selalu ngelakukan juga dirumah”.

Murid-murid SD tersebut sangat antusias mengikuti acara penutupan Agroschooling 2015 bermain, bercerita serta menuliskan testimoni hasil dari kegiatan Agroschooling 2015. “Saya senang dan belajar banyak mengabdi dari IAAS Unpad, kegiatan ini dimulai dari tahun 2012 dan masih berjalan setiap tahun dan ini tahun ke-4, ini menunjukan bahwa Agroschooling penting dan memiliki pencapaian yang hebat. Saya berharap tahun 2016 Agroschooling tetap diadakan dengan anak-anak SD yang lebih banyak karena sangat bermanfaat untuk orang banyak” ungkap Maribi Putri salah satu volunteer dari UPI.

1448589987047

Pengarahan dari Guru SD Cibeusi

IMG_7390

Murid-murid SD Cibeusi dan Cikuda Jatinangor belajar menanam bibit

IMG_7393

Antusiasme Siswa terhadap Tray Semai 100 Massgro

IMG_7398

Volunteer IAAS membantu pada proses pembibitan

IMG_7405

Dengan sabar Volunteer Agroschooling menerangkan fungsi pembibitan

IMG_7394

Agroschooling bertujuan untuk mengubah stigma masyarakat dari sejak dini yang menyatakan bahwa pertanian adalah kegiatan orangtua, miskin dan tertinggal. Nyatanya, dengan teknik seperti ini, kegiatan pertanian tetap bisa dilaksanakan dan terasa menyenangkan karena selain praktik, didatangkan juga beberapa petani muda yang sukses. Diharapkan, Agroschooling dapat membangkitkan minat anak-anak terhadap dunia pertanian. No Farm, No Food, No Life! 

 

Penulis : Tim IAAS Unpad
Penyunting : Kantri Maharani (Marketing Communication Massgro)

 


Lebih Detail

16 Aug

Bung Karno pernah berkata, “Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Berat dan penuh makna, yang bisa kita ambil hikmahnya ketika memaknai kalimat singkat dari mantan presiden nomor 1 itu.

Berbicara tentang pemuda jelas tidak akan ada habisnya. Sebab generasi muda akan berjumlah banyak di setiap era. Berikut akan dibahas 10 pemuda yang meinspirasi Indonesia pada era dan bidang profesi yang berbeda :

sumber : www.wikipedia.com

sumber : www.wikipedia.com

1. Soekarni

Sosok muda yang enerjik dan memiliki intuisi yang luar biasa ini menjadi cikal bakal terjadinya Proklamasi Kemerdekaan. Mengenyam pendidikan dari ilmu jurnalistik Bandung ini dikenal sebagai revolusioner yang berhasil ditakuti oleh kolonial Belanda karena dia seorang pemberontak. Atas gelora jiwa muda yang dimilikinya lah, Bung Karno berhasil memproklamirkan kemerdekaan setelah pengasingan Rengasdengklok oleh Soekarni . (Dikutip dari Wikipedia)

Emil2. Ridwan Kamil

Siapa yang tidak tahu Ridwan Kamil, sosok muda dengan sapaan kang emil yang juga Walikota Bandung ini telah menginspirasi kaum muda perkotaan untuk giat dalam kegiatan lingkungan, bernama Indonesia Berkebun. Sebuah gerakan menggabungkan aspek sosial dan hobi (urban farming) berhasil menyulap lahan-lahan kosong di perkotaan untuk dijadikan lahan perkebunan. Kini gerakan tersebut berhasil menarik minat kaum urban perkotaan untuk mencintai kegiatan berkebun. (Dikutip dari berbagai sumber)

Dr Riny

3. Dr. Riny Sari Bachtiar

Seorang dokter muda yang merupakan koordinator volunteer dokter terbang ini patut diacungkan jempol. Atas inisiatif dan keberanian tinggi ia berhasil menembus pedalaman Papua yang ketika itu ia dan tim dokter volunter terhalang oleh kondisi fasilitas dan akses kesehatan yang tersedia di sana, ia menerjang jalur laut dan tak tak jarang melampaui pedalaman menggunakan kapal perintis. Kini berkat dedikasinya itu, akses transportasi dan fasilitas kesehatan perlahan diberikan oleh Pemerintah pusat dan setempat. (Dikutip dari detik.com)

Martunis4. Pesepak Bola, Martunis

Tragedi Tsunami yang terjadi 12 tahun lalu di Aceh menjadi titik balik jalan hidup bagi anak 12 tahun lalu. Adalah Martunis sang anak kecil yang diangkat anak oleh Cristiano Ronaldo kini sudah tumbuh dewasa dan kini sudah menjadi pesepak bola di klub besar Sporting Lisbon, Portugal. Perjalanan hidup yang berawal dari kesedihan kini sudah menjadi prestasi gemilang yang menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia. (Dikutip dari: bola.viva.co.id)

Nadiem Makariem

5. Nadiem Makarim,

Sang juragan Go-jek Fenome ojek online di Indonesia menjadi terobosan baru teknologi yang patut diperhitungkan. Siapa sangka pria muda bernama Nadiem Makarim sang pendiri Go-jek terinspirasi dari rutinitas penggunaan ojek di Jakarta yang memprihatinkan. Modernisasi yang dlakukan nya bertujuan agar para ojek dapat memiliki akses komunikasi, transaksional pembayaran, dan produktivitas akan meningkat. Maka tidak heran, jika nama brand gojek begitu pesat 2 tahun terakhir ini. (Dikutip dari berbagai sumber)

ferry6. Ferry Unardi

Lagi-lagi masih tentang bisnis online yang cukup inspiratif dari kaum muda. Ferry Unardi, pria asal Padang, Sumatra Barat mengibarkan e-commerce Traveloka setelah ia lulus menjadi sarjana di Amerika. Gagasan ide ini berawal dari pengalaman dirinya yang sulit mencari tiket pesawat pulang dengan harga yang murah ketika di Amerika. Kini Traveloka berhasil menjadi pioneer munculnya e-commerce dalam bidang traveling. (dikutip dari www.swa.co.id)

Tiza7. Tiza Mafira

Penggunaan plastik yang tidak mudah diurai membuat kekhawatatiran tersendiri bagi Tiza Mafira perempuan cantik penggagas Gerakan indonesia Diet Kantong Plastik (GIDP). Gerakan ini dimulai dari inisiatif dirinya yang mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama peduli dengan bahayanya penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye pertama dilakukan dengan petisi online di change.com. Hasilnya, kini ia berhasil menarik anak muda seluruh Indonesia untuk peduli, dalam satu wadah komunitas bernama Indonesia Diet Kantong Plastik. (Dikutip dari www.liputan6.com)

Mitha8. Miftahul Huda

Menjadi seorang petani mungkin tidak masuk dalam daftar cita-cita anak bangsa saat ini. Tapi tidak bagi Miftahul Huda. Lulusan Institut Pertanian Bogor ini sangat beda. Idelisme dan cita-cita mulia untuk pulang ke kampung halaman sebagai petani modern, ini berhasil membangun Banjarnegara dengan budidaya kentang. Tidak hanya sebagai pemenuhan sumber pangan, ia juga membuka lahan pekerja dengan mengajak para petani untuk menggarap lahan sebagai upaya budidaya kentang. (Dikutip dari : www.tabloidsahabatpetani.com)

134821_marshachikita9. Marsha Chikita Fawzi

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh kartun Upin Ipin yang sudah menghibur anak anak indonsia. Adalah Marsha Chikita Fawzi sang kartunis asal Indonesia yang menciptakan sosok kartun upin ipin saat ini. Walaupun kartun upin ipin merupakan produksi Malaysia, Indonesia harus berbangga memiliki anak bangsa yang bisa membawa nama harum bangsa di negara lain. (Dikutip dari detik.com)

radit2dlm10. Raditya Dika

Sosok muda, cerdas, kreatif dan pandai menghibur ini dinobatkan menjadi tokoh inspiratif bagi kaum muda tanah air. Gagasan Cerdasnya dituangkan dengan karya seni baik berupa karya novel, film ataupun stand up comedy show berhasil meraih antusiasme kaum muda Indonesia. Bahkan Sosial media yang dimilikinya kini sudah menembus lebih dari 7 juta followers. (Dikutip dari: www.kaltimtribunnews.com)

70 tahun kemerdekaan Indonesia kini membawa harapan baru dengan semangat baru. Apa pun dan di mana pun kita berkarya sudah seharusnya didedikasikan untuk tanah Air tercinta. Dirgahayu Republik Indonesia ke 70 tahun semoga makin berjaya menembus sangsaka internasional dengan semangat muda penuh inspiratif bersama kita bisa.

 


Lebih Detail

News Report : Bisnis, Kebersamaan, dan Persahabatan di PTKS 2015
29 May

 

DSC01668Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2015 di Yogyakarta bulan lalu (20/5) memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung dan exhibitor yang terdiri dari produsen dan jenis perusahaan pendukung bisnis usaha kelapa sawit di Indonesia. PTKS 2015 merupakan rangkaian dari seminar, workshop, pameran industri kelapa sawit, dan diakhiri dengan field trip yang diikuti oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang ada di Indonesia.

Kebersamaan yang terjalin selama empat hari berturut-turut seperti ajang reuni (temu kangen) para pelaku bisnis kelapa sawit di mana pun. Saling tukar gagasan dan permasalahan yang terjadi di lapangan menjadikan pertemuan ini seperti lumbung solusi dari tiap-tiap perusahaan. Bisa dikatakan pelaku bisnis kelapa sawit “Dia Lagi, Dia Lagi”, hampir di beberapa pertemuan kelapa sawit mereka sering bertemu, maka tidak heran jika senyum, selalu terlihat di Ballroom Alana Hotel, Yogyakarta. Selain itu juga, suasana makin meriah ketika salah satu peserta menyumbangkan lagu di panggung, tidak lama peserta lainnya saling unjuk gigi hingga terjadilah kolaborasi antar peserta. Kondisi ini membuat para exhibitor yang membuka booth pameran juga ikut menikmati suasana ruangan hingga banyak yang tersenyum dan tertawa. DSC01669

Sebuah event seperti pameran tidak hanya sekedar berbisnis. Ihwal tujuan bisnis yang utama, namun jauh dari itu, hubungan kedekatan yang dapat dimengerti satu sama lain dalam hal pembibitan kelapa sawit berupa teknologi dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh tiap perusahaan juga kian penting, karena kebutuhan tiap perusahaan berbeda maka fungsi konsultasi kerap dijalankan oleh para exhibitor. Begitu juga dengan Massgro, salah satu perusahaan penyedia wadah/alat persemaian kelapa sawit berupa pot tray berkesempatan untuk berpartisipasi sebagai exhibitor di PTKS 2015 Yogyakarta.

DSC01642Banyak pelaku usaha kelapa sawit baik bidang Riset, Pengadaan, Marketing, Development, hingga Direktur mengunjungi stand Massgro yang berkuran 3×3 meter yang bernuansa hijau, dan juga terintegrasi dengan visi kami yaitu “Praktis dan Inovatif”. Mereka berkunjung sambil  berbagi cerita dan pengalaman seputar media persemaian yang selama ini mereka gunakan. Selain itu berdasarkan pengamatan dari cerita-cerita dan pengalaman yang dilontarkan para pengunjung, Massgro berinisiatif untuk menawarkan produknya untuk menjadi solusi permasalahan yang muncul ketika di lapangan.

Pada dasarnya  Permasalahan yang muncul ketika persemaian (pre nursery) adalah wadah yang cepat rusak, perlu adanya efisiensi, jumlah lahan yang terbatas, dan limbah polybag yang menumpuk di lahan. Untuk itu, Massgro hadir menawarkan pilihan lain dalam hal wadah persemaian yang ergonomis (mudah digunakan), jika dibandingkan dengan wadah persemaian yang lain, pot tray Massgro tidak membutuhkan banyak tanah, sehingga dikatakan cukup efisien.

DSC01647Massgro memberikan kesempatan bagi perusahaan yang ingin memesan trial produk bernama 320 cc Square Tube dengan tujuan sebagai riset, komperasi penggunaan dengan wadah persemaian sebelumnya, atau sebagai alat utama persemaian kelapa sawit itu sendiri. Produk Massgro yang diperkenalkan lainnya adalah inovasi baru persemaian dari Denmark bernama Ellepot System. Ellepot System merupakan inovasi baru persemaian yang menggunakan paper cup (berbahan kertas) yang lebih efisien dan tidak menimbulkan limbah di tanah. Ellepot masih diperuntukan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) seperti akasia, sedang untuk kelapa sawit masih proses uji coba di Ekuador.

PTKS 2015 tidak hanya memberikan peluang bisnis melainkan kebersamaan sehingga terjalin hubungan persahabatan. Harapan tercipta simbiosis mutualisme antara exhibitor dan pengunjung atau bahkan exhibitor dengan exhibitor akan nyata di depan mata. Sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang pada pameran-pameran berikutnya.


Lebih Detail

News Report : Massgro, Dan Antusiasme INPALME 2015 Di Medan
04 May

 

DSC02350Keberhasilan International Palm Oil Exhibition 2015 (INPALME 2015) di Medan bulan lalu mengisahkan kesan tersendiri bagi yang hadir sebagai exhibitor ataupun visitor. Ajang pameran kelapa sawit bergengsi yang diadakan setiap dua tahun sekali, pada tahun ini diselenggarakan di Medan International Convention Centre (MICC) selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 23-25 April 2015. Ada kurang lebih 100 partisipan dari dalam dan luar negeri yang membuka booth untuk memperkenalkan produk masing-masing. Beragam jenis perusahaan yang berkaitan dengan kelapa sawit baik hulu ataupun hilir berjejer mengemas stand pameran semenarik mungkin agar bisa menarik perhatian pengunjung untuk datang mengenal lebih jauh informasi produk.

Pada kesempatan tersebut, Massgro perusahaan penyedia alat-alat pembibitan ikut serta dalam INPALME 2015. Mengusung tema “Simply, Green, and Currious”, Massgro  mencoba mengenalkan produk mutakhir untuk pembibitan kelapa sawit berupa pot tray bernama 320 cc tube and frame 

Pot tray yang didesain khusus untuk memudahkan pembibitan kelapa sawit untuk lebih effisien, berhasil memancing rasa ingin tahu pengunjung untuk berkunjung dan bertanya seputar produk. Tidak hanya perusahaan kelapa sawit, melainkan petani individual, akademisi dan masyarakat umum baik dalam ataupun luar negeri sangat antusias mengenal lebih baih jauh produk Massgro.

DSC02293Selain kunjungan stand pameran yang membludak, seminar penjelasan mengenai “Metode Pembibitan Kelapa Sawit” pun ikut dibanjiri oleh pengunjung. Seminar berdurasi 45 menit dirasa kurang oleh pengunjung yang mengajukan pertanyaan  kepada GM. Massgro Budi Satria Djohar, selaku narasumber.

Pertanyaan demi pertanyaan dari pengunjung membuat kewalahan menjawab. Tapi bagaimanapun kami sangat senang. Artinya, masyarakat sudah mulai peduli mengenai pembibitan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan effisien ini. Ujar Budi usai seminar Inpalme.

Antusiasme Pengunjung

320 cc Tube and frame merupakan produk 100% dalam negeri yang mejawab tantangan polemik kelapa sawit saat ini. Komoditi kelapa sawit di Indonesia merupakan komoditi utama dan sangat besar menghasilkan devisa untuk Indonesia. Jumlah yang besar dalam penanaman bibit (Pre Nursery) menyebabkan kendala dalam manajemen waktu baik itu pada saat karantina ataupun proses transplantasi tanaman dari fase Pre Nursery ke fase Main Nursery.

Seperti dikatakan oleh John S. Selaku Section Head Aklimatisasi and Dispatch Sinar Mas Agriculture Tbk, (SMART Tbk,) pada saat video testimoni penggunaan produk massgro di Inpalme 2015 bahwa pada proses pre nursery jumlah bibit yang ditanam sangat banyak, perlu ada sinkronisasi antar pendataan dan kinerja karyawan untuk melakukan pemindahan fase tanam, dan penggunaan yang bisa berjangka panjang.

Kantri Maharani (PRO PT. Megah Buana Pancarona) menjelaskan kepada pengunjung

“320 cc Tube and Frame tidak seperti polybag yang biasa digunakan selama ini. Jika polybag digunakan hanya sekali pemakaian, produk kami justru dapat digunakan berkali-kali, dengan minimum pemakaian sebanyak 3 kali. Dan produk ini meminimalisasi transplant shock pada tanaman”. Ucap Kantri Maharani selaku Public Relations Officer PT. Megah Buana Pancarona di depan pengunjung stand pameran. Ia juga menambahkan, kelebihan produk 320 cc Tube and Frame lainnya adalah, memiliki ruas-ruas pada frame yang bertujuan untuk melancarkan sirkulasi udara, agar akar dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna.

Pada kesempatan yang sama juga, Massgro tidak hanya mengenalkan produk 320 cc Tube and frame saja, melainkan salah satu produk terbaru hasil  kerja sama dengan Perusahaan Ellegaard dari Denmark, yang bernama Ellepots System. Ellepots System merupakan metode pembibitan baru menggunakan wadah tanam kertas (paper pots) yang ramah lingkungan yang dapat menghasilkan pertumbuhan akar untuk tidak tumbuh melingkar, melainkan menyamping. Uniknya, kertas yang menempel tidak lantas menjadikan sampah di tanah, melainkan akan menyatu dengan media tanam di dalamnya seperti cocopeat (Serabut Kelapa).

DSC02423320 cc Tube and Frame dan Ellepots System berhasil menambah kemeriahan antusiasme pengunjung Inpalme 2015 untuk melihat secara dekat bagaimana proses pembibitan tidak selalu rumit, melainkan sesuatu yang dapat dikerjakan secara effisien baik dalam hal biaya dan tenaga kerja. Selain itu, kelapa sawit juga bisa menjadi komoditi kebun industri Indonesia yang ramah lingkungan.

Kami segenap keluarga besar Massgro mengucapkan terimakasih kepada INPALME 2015 yang sudah menjadi mitra kerja penyelenggaraan yang baik selama berlangsung. Ucapan terimakasih juga disampaikan untuk seluruh pengunjung yang sudah sangat antusias mengenal produk kami. Sampai ketemu pada pameran berikutnya.

 


Lebih Detail

10 Apr
Massgro Bersama Seluruh Stakeholder Kelurahan Jatake Tangerang

Massgro Bersama Seluruh Stakeholder Kelurahan Jatake Tangerang

Tangerang  : Petugas Kelurahan Jatake Tangerang menyerukan kepada masyarakat untuk peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Seruan ini, diwujudkan dalam bentuk sosialisasi pembuatan lubang biopori, yang diikuti oleh para ketua dari 8 Rukun Warga (RW) Kelurahan Jatake yang terdiri dari 38 Rukun Tetangga (RT). Konsep sosialisasi pembuatan lubang biopori yang diadakan Jum’at (6/3) merupakan integrasi program Walikota Tangerang yang memiliki target 1 juta lubang biopori.

Dari sebelah kiri : Rusdiyanto (Ketua Kelurahan Jatake Tangerang) , Budi Satria Djohar (GM. Massgro ), Ibnu (Tim Massgro Support)

Dari sebelah kiri : Rusdiyanto (Ketua Kelurahan Jatake Tangerang) , Budi Satria Djohar (GM. Massgro ), Ibnu (Tim Massgro Support)

Ditemui pada kesempatan sosialisasi tersebut, Rusianto, selaku Lurah Jatake, mengutarakan pembuatan banyak lubang biopori akan     membantu terciptanya daya resapan tanah tinggi terhadap curah hujan dan efektif mengurangi kemungkinan terjadinya banjir dan genangan. Ia juga menambahkan, bahwa Kelurahan wilayah Jatake siap membuat 500 lubang biopori yang sekaligus akan dilombakan antar warga untuk memperebutkan hadiah 15 juta rupiah.

“Seperti kita ketahui, Kelurahan Jatake ini kan merupakan kawasan industri yang berdampingan dengan masyarakat, Untuk itu program seperti ini memang seharusnya menjadi kerjasama antara pihak pemerintah setempat dengan pihak swasta seperti perusahaan Massgro, selaku Tutor”. Ujar Rusianto.

Bertindak sebagai General Manager Massgro, Budi Satria Djohar mengatakan, pihak Massgro sangat mendukung pada sosialisasi pembuatan lubang biopori. Terlebih untuk kawasan dekat perusaahan berada.

“Jatake masih terdapat titik banjir, seperti di Kelurahan Pasir Jaya. Sebagai perusahaan yang memproduksi alat-alat pembuatan lubang resapan biopori, kami tergerak untuk memberikan solusi untuk meminimalisasi dan mencegah kerusakan lingkungan lebih parah”. Tambah Budi.

Sosialisasi berlangsung selama tiga jam dengan kombinasi acara yang tidak hanya sekedar teori, melainkan praktek langsung di pekarangan kantor kelurahan Jatake. Petugas Kelurahan, mulai dari Kepala Lurah hingga pelaksana  harian bersama warga, belajar membuat lubang biopori dengan antusias.

Sukarmin (59) satu dari peserta yang merupakan ketua RT 03 RW 04 Jatake secara optimis menyatakan bahwa kelanjutan sosialisasi ini akan bersifat terus menerus dan berharap kelengkapan peralatan yang dibutuhkan tersedia dari pihak pemerintah kota tangerang untuk masyarakat.

Manfaat Biopori

Praktik Membuat Lubang Biopori

Praktik Membuat Lubang Biopori

Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah Lubang berdiamter 10 sampai 30 cm dengan kedalaman 30 sampai 100 cm yang diisi bahan organik. Bahan organik ini selanjutnya menjadi bahan pakan (sumber energi) bagi berbagai fauna tanah untuk melakukan aktifitasnya.

Fauna tanah, seperti cacing akan meningkat yang mengakibatkan banyaknya lubang biopori yang terbentuk. Filsuf Yunani, Aristoteles menyebutkan cacing sebagai usus bumi. Hal itu dikarenakan peranan cacing dalam kehidupan sangat penting dalam mencerna dan mendekomposisi sisa tanaman. Sehingga sisa tanaman atau limbah organik lainya tidak menumpuk.

Jika LRB ini benar-benar dilakukan oleh setiap pekarangan rumah, maka akan tercipta rekonsiliasi interaksi lingkungan dengan manusia menuju keseimbangan. Siklus rantai makanan akan berjalan dengan semestinya, dan tentu saja akan membawa kebaikan untuk hidup manusia.


Lebih Detail

Pengantar
14 Feb

massgro adalah 100% produk asli Indonesia yang semenjak tahun 2000 telah berkiprah di bidang peralatan hortikultur yang terbuat dari plastik. Kami dipercaya oleh beberapa pengembang internasional yang mensupplai berbagai pembibit di Amerika, Eropa dan Australia. Produk kami digunakan oleh banyak nursery dengan beragam komoditas diantaranya adalah : tomat, paprika, tebu, eucalyptus, kelapa sawit, sayuran dan tanaman hias.


Lebih Detail