Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

02 Dec
Pupuk Fosfor dalam Pottray

Proses Pemupukan Menggunakan Tray Massgro di PTKS Medan

Pupuk Fosfat merupakan jenis pupuk tunggal (Straight Fertilizer) yang masuk ke dalam kategori pupuk buatan (Kimia), dimana seperti kita ketahui walaupun dikatakan sebagai pupuk buatan, namun pada proses pembuatannya tetap masuk ke dalam quality control yang baik.

Dilansir dari balittra.litbang.pertanian.go.idpupuk fosfat memiliki pengaruh terhadap proses, (1) Respirasi dan fotosintesis ; (2) Penyusunan asam nukleat ; (3) Pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah. ; (4) Perangsang perkembangan akar sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap kekeringan, dan mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen.

Pada artikel ini akan dibahas seputar 3 Karakteristik Jenis Pupuk Fosfat yang wajib Anda ketahui.

1. Larut dalam Air

Fosfor dikatakan larut dalam alam dikarenakan asam fosfor dapat diabsorbsi dengan cepat dan tersedia bagi tanaman muda dimana akar-akarnya belum berkembang secara sempurna. Uniknya, ketika sudah masuk-bercampur dengan tanah, asam fosfor yang sudah larut dalam air tersebut, berubah menjadi tidak larut dalam air, sehingga bahaya pencucian berkurang.

Pada tanah-tanah asam banyak dijumpai kondisi banyak mengandung Besi dan Alumunium, asam fosfor mudah sekali berubah menjadi tidak larut, sehingga P2O yang tersedia juga berkurang. Untuk memperkecil resiko ini pupuk harus diberikan dengan cara pocket atau drill sepanjang tanaman.

Contoh : Superphosphate (E.S.P.;D.S.P; T.S.P.) ; Mono Ammonium Phosphate; Di Ammonium Phosphate (D.A.P)

2. Larut dalam Asam Sitrat

Karakteristik ini sangat cocok untuk jenis tanah-tanah yang bersifat asam dan atau jenis-jenis tanah laterik. Sebagai contoh karakteristik ini, Basic Slag (14-18% P2O5); Rhenania Phosphate (32 – 26% P2O5 ) ;Di Calcium Phospahate (39% P2O

3. Tidak Larut dalam Asam Sitrat dan Air

Pupuk yang termasuk ke dalam grup ini adalah Rock Phosphate. Dapat dipakai untuk berbagai jenis tanah dengan dosis yang umumnya lebih tinggi daripada kedua kelompok di atas. Sangat lamban tersedia bagi tanaman, tergantung juga dari besar-kecilnya butiran, biasanya lebih dari 1 tahun. bila diberikan bersama-sama pupuk hijau, ketersediannya lebih cepat lagi.

Contoh, Rock Phospate  (30 – 36% P2O5)

Dengan demikian, kita bisa mengetahui, komposisi pupuk yang disesuaikan dengan kebutuhan tanam. Perlu juga diketahui, tanaman yang kekurangan unsur fosfor akan terlihat dari daun tua yang menjadi keunguan bahkan cenderung kelabu, tulang daun muda berwarna hijau gelap. Seperti hangus, dan pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan akhirnya rontok.

Sedangkan, tanaman yang kelebihan unsur fosfor meakibatkan, penyerapan unsur lain seperti unsur mikro besi, tembaga, dan seng terganggu. Untuk itu, perlu adanya takaran pas dalam menyusun komposisi nutrisi tanaman agar tumbuh kembang dengan baik. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam Hijau..!!


Lebih Detail

01 Sep

Kreatifitas Acu Irigasi Buatan

 

IMG_1810Hampir seluruh bagian Indonesia kini dilanda kemarau yang panjang. Sudah, dua bulan terkahir hujan tidak kunjung datang, dan entah bagaimana nasib petani yang harus merelakan tanah kering sawahnya untuk dijual demi penyambung hidup. Memang menjadi dilema bagi penduduk berwilayah tropis seperti Indonesia. Keuntungan kondisi iklim dan geografis yang dimiliki membuat Indonesia subur sebagai negara  agraria, hanya saja masih banyak faktor determinan yang bisa menjadikan bencana bagi keberlangsungan produksi pertanian itu sendiri.

IMG_1811

Pertanian tidak bisa terlepas dengan proses pengairan. Pengairan biasa dibagi menjadi dua klasifikasi. Klasifikasi pertama adalah, pengairan secara alami, dan kedua adalah pengairan secara buatan. Klasifikasi secara alami jelas ini proses pengairan yang 100% mengandalkan air hujan, atau menggunakan air genangan hujan yang sengaja ditimbun. Akan tetapi seiring waktu, jumlah debit air hujan yang sedikit dan kebutuhan lahan yang meningkat, maka diperlukan solusi untuk pengairan, yang biasa dikenal sebagai irigasi.

Secara harfiah Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang mempunyai hubungan dengan usaha untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian. Sesuai dengan harfiahnya, irigasi ini memiliki tujuan yang dapat dilihat secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, irigasi bertujuan untuk memberikan air sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. Sedangkan secara tidak langsung, irigasi bertujuan untuk mengatur suhu tanah, pencuci tanah dari racun, pengangkut bahan pupuk, dan lain-lain.

Mengingat begitu strategisnya tujuan dari irigasi, tentu sudah dapat dibayangkan bagaimana kondisi pengairan yang kering di lahan pertanian. Gagal panen tentu pasti. Misalnya, para petani tebu yang akhirnya tidak berhasil melanjutkan penanaman dengan serempak menggunakan metode bud chip yang menggunakan pot tray, itu dikarenakan faktor determinasi keperluan banyaknya volume air yang dibutuhkan oleh akar pada fase ratoon

Kondisi tersebut, membawa kreatifitas tersendiri untuk membuat solusi dari kelangkaan itu. Ada yang disebut irigasi tetes sederhana. Dikutip dari website BPTP Kalimantan Timur Irigasi tetes merupakan sistem irigasi yang cukup sederhana, dimana metode irigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui selang infus. Irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien. Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai. Bentuk sederhana dari sistem irigasi ini adalah dengan menggunakan botol minuman mineral bekas/bambu yang dilubangi,ada juga yang mendirikan tandon kemudian dialirkan dengan selang kecil untuk tiap tanaman, dan pastinya tetap bisa diaplikasikan pada pot-pot tanaman hias dirumah bahkan untuk sawah.

Cara kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penggunaan alat ini juga sangatlah mudah, yaitu dengan mengisi wadah botol air mineral bekas /bambu yang telah dilubangi dibawahnya sekitar 0.1 cm dengan air dan menggantungkannya pada tiang gantungan yang telah disediakan dekat dengan tanaman. Jumlah lubang tetesan air ke tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan air. Apabila botol sudah kosong diisi kembali dengan air.

irigasisdhrn

 

 

Memang selalu ada solusi dari setiap permasalahan. Hanya saja memang, sudah seharusnya kita menjaga kelestarian air agar tetap tersedia berupa cadangan yang dapat digunakan apabila musim kemarau melanda. Terpenting, tidak membuang-buang air bersih, dan turut andil menjaga kelestarian ligkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mempersempit ruang hijau dengan semen. Bayangkan, jika kemarau melanda dengan lamanya, apa jadinya manusia tanpa air dan pangan?, tentu menyedihkan.


Lebih Detail

27 Aug

Kelapa Sawit

 

Minyak kelapa sawit jenis komoditi yang dimiliki Indonesia cukup berpotensial sebagai primadona, baik pemenuhan kebutuhan domestik maupun pemenuhan kebutuhan internasional.

Selain kondisi tanah yang subur serta iklim yang mendukung, minyak kelapa sawit diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Artikel ini akan menjelaskan manfaat yang dimiliki minyak kelapa sawit.

1. Anti-aging

Minyak kelapa sawit biasa digunakan untuk perawatan anti penuaan. Pada minyak kelapa sawit sendiri terdapat kandungan tocotrienol, yang merupakan bagian dari keluarga vitaman E. Bentuk umum dari vitamin E, tokoferol, sudah lama digunakan untuk perawatan penyakit kulit dan itu ditemukan di produk-produk anti-aging. Vitamin E sangat kuat berperan sebagai antioksidan yang akan membantu kulit untuk melawan radikal bebas yang menghancurkan kulit dan menyebabkn garis halus dan kerutan.  Kelapa sawit mengandung toktrienols lebih kuat sebagai antioksidan dari pada tocopherols, yang sudah terbukti lebih efektif mencegah penuaan dan kerusakan dari radikal bebas. Digunakan secara topikal, seperti tokoferol, tokotrienol dapat menembus jauh ke dalam lapisan kulit untuk mengaktifkan penyembuhan dan perlindungan sampai dasar.

2. Pembersih dan pelembab
Minya sawit ditemukan banyak pada produk kosmetik, seperti shampoo, kondisioner, sabun, lotions, krim, alas bedak dan masih banyak lagi. Kandungannya dapat menyebabkan kulit menjadi halus dan luwes.

3.Kesehatan rambut
minyak kelapa sawit merah tidak hanya sanagt tinggi kanungan vitamin E, tetapi juga mengandung beta karoten. Rambut khususnya membutuhkan lemak larut Vitamin A, Vitamin E untuk memlihara akar dan kulit kepala.

4. Melawan Cancer
Pada dasarnya lipid (lemak) pada kulit dapat dihancurkan atau teroksidasi oleh terpaan ozon, yang dapat memicu munculnya radikal bebas di dalam kulita kita. Kelapa sawit sendiri memang sudah diciptakan untuk melawan radikal bebas, tetapi selain itu juga dapat mencegah
kelapa sawit dari pembentukan tempat pertama. Hasil uji oksidan lipid pada radikal bebeas terbukti penyebab utama dari sekian banyak penyakit kulit, termasuk cancer.

 

lihat juga,

Keuntungan cara persemaian menggunakan pot tray semai kelapa sawit.


Lebih Detail

10 Jul

Pembibitan kunci faktor kesuksesan dari proses pengembangan hasil hutan dan pertanian. Seperti kita ketahui tujuan dari kegiatan pembibitan merupakan perpaduan dari produksi biomassa komersial , rehabilitasi lahan dan konservasi hutan, membangun kapasitas lokal dan peningkatan mata pencaharian, mitra kerja yang terlibat dengan operasional pembibitan (sudah termasuk para petani), para wirausahawan, badan – badan komersial, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Komunitas, Proyek-proyek, dan agen pemerintah.

Ukuran, komposisi dan ketersediaan jangka panjang (umur panjang) merupakan pembibitan yang juga sudah bervariasi. Ada tipe pembibitan yang sudah memproduksi mulai 50 hingga beberapa ribu benih per musim. Komersialisasi besar-besaran atau pembibitan milik Pemerintah yang memproduksi 100.000 benih per musim atau bahkan bisa lebih. Lahan pembibitan sederhana sering didirikan dari sumber daya yang dapat ditemukan secara lokal. Kebanyakan dari grup dan komunitas pembibitan didirikan dengan dukungan pihak luar seperti proyek-proyek, LSM atau agen Pemerintah. Beberapa pembibitan komersil skala besar didirikan dan dioperasionalkan menggunakan teknlogi terkini.

Pembibitan pohon merupakan lahan yang dikelola, yang didesain untuk menghasilkan pohon yang tumbuh dengan kondisi yang diinginkan sampai pada waktu mereka siap ditanam. Dapat bersifat informal, pengaturan skala kecil atau perusahaan komersil besar. Variasi pembibitan dapat dilihat dalam dari ukuran, fasilitas-fasilitas yang digunakan seperti perbekalan, alat-alat, perlengkapan, dll, tipe produksi benih, dan operasional yang diterapkan. Pembibitan juga berbeda sangat signifikan dalam hal kualitas dan kuantiti dari produksi persediaan penanaman. Namun, tujuan utama dari semua pembibitan ialah untuk menghasilkan kuantiti yang cukup dengan kualitas benih yang tinggi untuk memuaskan keinginan pengelola. Kategori pengelola termasuk operator pembibitan sendiri, individu, komunitas organisasi, kelompok tani, agen pemerintah, LSM, korporasi atau pelanggan pribadi.

TIPE-TIPE DAN KARATERISTIK NURSERY

Pembibitan pohon sangat bervariasi dari beberapa lusin benih yang tumbuh di bawah halaman belakang pohon untuk mekanik perusahaan yang memproduksi jutaan benih komersial per tahun. Meskipun beragam, terdapat empat pembibitan utama : lembaga pembibitan, proyek pembibitan, kelompok pembibitan, dan pembibitan individual. Lembaga pembibitan lebih lanjut terdiri tiga sub kategori antara lain, riset pembibitan, pembibitan milik pemerintah, dan industri pembibitan.

Pada artikel kali ini akan dibahas beberapa tipe nursery yang akan dibandingkan berdasarkan deskripsi, objektif, orientasi komersil, kualitas dan kuantitas dari pemasukan dan produk, teknologi, manajemen, riset/inovasi, peningkatan kapasitas, penyuluhan dan layanan lainnya, dukungan eksternal/internal, keuntungan dan keterbatasan.

Deskripsi Kelima Tipe Pembibitan

sumber : University of Idaho

sumber : University of Idaho

1.Penelitian Pembibitan

Tipe penelitian pembibitan biasanya didirikan, dioperasionalkan, dan diatur dari unit riset agen pemerintah, lembaga akademik, korporasi atau organisasi internasional. Biasanya tipe pembibitan seperti ini didesain menjadi fasilitas permanen dan dioperasikan selama paling sedikit 5-10 tahun. Selain itu, dilengkapi dengan perlengkapan yang modern. Proses yang dioperasionalkan antara lain, perbekalan, bahan, peralatan, alat pendukung dan instrumentasi biasanya cukup untuk diproduksi benih dan mendiagnosis/analisis tampilan benih.

 

 

 

Tanaman Acacia menggunakan Ellepot (Massgro Documentary)

Tanaman Acacia menggunakan Ellepot (Massgro Documentary)

2.Industri Pembibitan

Tipe ini, dikhususkan untuk skala industry dengan jumlah yang besar, biasanya hutan industri. Jumlah kapasitas produksi yang banyak dan menghasilkan volume besar bibit per tahun. Dalam proses penanamannya, tipe pembibitan ini memiliki standar kualitas atau spesifikasi. Prosesnya terdapat pengatur kualitas yang ketat. Fasilitas didesain permanen agar dapat dioperasionalkan untuk jangka waktu panjang. Hasil dari pembibitan industri ini dapat memberikan kualitas bibit yang ditujukan untuk komunitas kelompok kecil petani termasuk petani privat/individual yang nantinya akan mengembangkan industry ini menjadi industry perkebunan. Beberapa tipe industri pembibitan juga memproduksi benih untuk dikomersialisasikan.

 

Sumber : Disbun Kampar

Sumber : Disbun Kampar

3. Pembibitan Milik Pemeritah

Tipe ini didirikan dan dioperasionalkan oleh agen pemerintah nasional dan lokal untuk mendukung reboisasi dan program komunitas tanaman. Keberadaan tipe pembibitan ini juga biasanya sebagai wujud kolaborasi unit pemerintah atau komunitas yang nantinya sebagai pemenuhan kebutuhan baik lingkup nasional atau lokal. Dalam Beberapa tahun terakhir desentralisasi pemerintah di banyak negara sudah menghasilkan atas transformasi pusat ke manajemen lokal. Pembibitan milik Pemerintah memiliki sedikit kegiatan dan lebih kecil jika dibandingkan Pembibitan Industri. Ada yang menjadi perbedaan mendasar, proses produksi pembibitan tidak dikendalikan oleh pasar. Tetapi dijalankan atas permintaan organisasi pemerintahan atau masyarakat lokal.

 

 

sumber : mongabay.co.id

sumber : mongabay.co.id

4. Proyek Pembibitan

Tipe ini merupakan pembibitan berbasis proyek, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau pengembangan organisasi. Mereka mempromosikan budaya atau gaya hidup dengan komunitas yang ditargetkan. Lama bertahan tipe proyek pembibitan ini biasanya 3-5 tahun, tetapi bisa berlangsung waktu yang lama. Variasi kapasitas produksi mulai dari 10.000 hingga 100.000 benih per tahun. Biasaya tipe proyek pembibitan ini memiliki akses untuk menyediakan teknik informasi dan sumber produksi dari sebuah institusi pembibitan. Mereka mempromosikan pelatihan cara membibit untuk target komunitas dan kelompok penggerak pengembangan pembibitan.

 

 

sumber : hariansib.co.id

sumber : hariansib.co.id

5. Kelompok Pembibitan

Tipe kelompok pembibitan ini sengaja didirikan untuk membentuk kegiatan teknis dan kapasitas kepemimpinan dari anggota kelompok dan memperluas jumlah jenis dan kualitas ketersediaan plasma nutfah untuk diberikan kepada anggota kelompok. Mereka memproduksi sekitar 500 hingga 10.000 benih. Pembibitan kelompok kecil dapat dioperasikan paling sedikit 2 hingga 3 rumah tangga, sedangkan pembibitan yang lebih besar dioperasikan oleh kelompok spesifik untuk mengembang tanggung jawab tersebut. Kedua pihak baik laki-laki dan perempuan memiliki peran dalam kelompok pembibitan. Kelompok lebih kecil cenderung memiliki masa hidup lebih lama, hal ini dikarenakan perpaduan yang terjadi sering berdasarkan hubungan keluarga, pertemanan, dan kepercayaan. Kelompok pembibitan yang lebih besar, cenderung menghentikan kegiatan operasional ketika tujuan terpenuhi atau dukungan pihak luar dihentikan.

Ukuran, kapasitas produksi dan tingkat kecanggihan bervariasi yang meluas, mulai dari beberapa bibit ditanam di daur ulang di dalam tray. Tipe kelompok pembibitan ini juga terbilang terbatas dalam hal pendistribusian yang hanya kepada komunitas dan sesekali memenuhi kebutuhan skala kecil proyek penanaman. Meski terbatas, sifat pembibitan yang individual sering memproduksi berbagai spesies tanaman yang luas.

(sumber informasi : Tree Nursery Sourcebook, Winrock Internasional )


Lebih Detail

01 Jul
Model Tray 45 cell Massgro Pada Fase Kecamba

Model Tray 45 cell Massgro Pada Fase Kecamba

Indonesia harus bersyukur memiliki potensi iklim yang baik untuk ditanami jenis beberapa komoditi pertanian, terlebih komoditi yang biasa dijadikan sebagai makanan pokok sehari-hari. Tebu salah satunya.

Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula dan vetsin. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Kemampuan berumur mencapai kurang lebih 1 tahun.Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra.

Banyak manfaat yang dihasilkan dari tanaman berjenis rumput ini. Tebu dapat menghasilkan biomassa yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi. Biasanya digunakan sebagai bahan bakar memasak. Tebu juga bisa digunakan untuk bahan bakar boiler sebagai pembangkit listrik, dan juga yang paling famliar, air perasan tebu yang menjadi pelepas dahaga.

Potensi membumi dan komersial seperti dimiliki tebu menjadikan perkembangan komoditi ini menjadi stimulus munculnya inovasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi. Seperti yang akan dibahas pada salah satu buku jurnal yan dikeluarkan oleh Media Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan. Dalam buku setebal 129 halaman, kita akhirnya menjadi tahu 4 pilar utama cara meningkatkan produktivitas.

Empat pilar utama tersebut antara lain Pembibitan, Sulaman / sisipan, Pemupukan dan Manajamenen akar.

Tray Massgro    A.Pembibitan
pada pilar ini pembibitan cukup dengan pembibitan pola baru, 3 tahap pembibitan yang biasa        dikenal :
1. Pembibitan cukup (suatu pembibitan tingkat litbang)
2. Pembibitan Perbanyak (di lapang)
Sebagai upaya penekanan biaya produksi bibit, maka jarak tanam (PKP)
disesuaikan dengan umur panennya sekitar 80-90cm. Syarat bibit harus diperhatikan seperti        kemurnian, sehat dan berdaya tumbuh tinggi.

Seleksi bibit harus diarahkan pada tingkat rendemen, berat batang per/m, jumlah anakan, tinggi batang , tingkat kerobohan, ketahanan terhadap hama/penyakit dan adaptasi.

B.Sulaman/Sisipan
Meningkatkan jumlah tanaman, agar sesuai degan norma yakni 100.000 batang/ha dengan cara :

1.Menanam dengan bibit yang baik dan seragam (1) dengan jumlah yang cukup.
2.Sulaman pada plant cane dilakukan pada bulan ke-2, pada saat tunas telah tumbuh dengan bibit yang telah disipakan dalam pottray.
3.Sulaman/sisipan tanaman tebu pada Ratoon, dilaksanakan segera setelah tebang dengan bibit pottray. Bibit dalam pottray belum biasa digunakan dalam tanaman tebu, namun hal ini dapat dilaksanakan tanpa ada kesulitan. Bibit disiapkan oleh masing-masing petani.

C. Pemupukan
Memperbaiki teknik pemupukan dan pembuatan rekomendasinya dengan 5T :
1.Dalam menentukan rekomendasi pemupukan, dilakukan teknik analisa daun yang dilengkapi dengan percobaan pemupukan untuk mencari titik efisiensi ekonomi secara riil.
2.Memperbanyak frekuensi pemupukan agar penyerapan hara lebih baik.
3.Memperhatikan T lainnya seperti tepat cara, tepat waktu, dan tepat jenis.
4.Menggunakan pupuk organic yang mengandung mikroba pelarut hara untuk “menghidupkan tanah” kembali.

Kondisi AkarD.Manajemen Akar
Melaksanakan manajemen akar dengan baik dapat mendukung peningkatan produktivitas. Caranya antara lain:
1.Pembumbunan (Penutupan akar oleh tanah).
2.Memutuskan akar untuk merangsang perakaran baru.
3.Memotong bekas tebangan serapat mungkin dengan tanah, untuk menghindari “akar gantung”.

Ada hal yang paling penting dalam memperlakukan akar tanaman, terutama tebu. Merawat akar agar tumbuh sebaik mungkin memerlukan perhatian lebih karena seperti yang kita ketahui dalam prakteknya tidak terlalu mudah dilaksanakan terutama yang menggunakan mekanisasi penuh.

Waktu paling tepat melaksanakan perawatan akar adalah pada umur 0-3 bulan dan dapat diperpanjang sampai umur 5 bulan sesuai kondisi dilapangan.Perawatan akar ini minimal dapat menjaga kondisi akar agar tetap dapat berkembang denga baik, misalnya dengan pemberian mulsa.

Tebu saat ini masih dijastifikasi sebagai tanaman semusim. Padahal saat ini tebu sudah menjadi tanaman tahunan. Tinggal bagaimana kita merubah paradigm dasar kita bahwa benar-benar tanaman tahunanan yang mana, hasil yang dicapai akan maksimal jika kita tahu bagaimana cara merawatnya.

Jika selama ini petani mengeluh harus menanam pada lahan yang mendekati basah, kini tebu bisa ditanam pada lahan kering. Tinggal bagaimana kita melaksanakan teknis agronomis yang baik. Pada teknisnya, teknis agronomi ini tentu akan memuaskan dan lebih cepat terlihat, apabila usaha ini dilakukan secara intensif.

Keterangan :
Ratoon adalah sisa tanaman haruslah ditinggalkan, karena potensi produktivitas ratoon lebih besar dari plant cane. Ratoon perlu perencanaan jangka panjang (minimal 5 tahun) terutama dalam pencapaikan produksi.


Lebih Detail

10 Apr

Seorang sahabat meminta bantuan kepada kami untuk melakukan pembibitan tebu secara full organik di tray dengan menggunakan bibit tebu dari titik matanya saja, kami bukan peneliti dan bukan petani tebu dan kami pun belum berpengalaman untuk bercocok tanam tebu apalagi untuk melakukan pembibitan tebu. Dengan Bismillahirrahmannirrahiim dan serta dengan hidayah NYA berupa PTOs SEMERU yang merupakan pupuknya tanah kami haqul yaqiin bisa melaksanakannya, bila uji coba ini berhasil insyaallah kami bisa berpartisipasi di pertebuan Indonesia. Bilamana hal ini terjadi betapa besar rasa syukur kami sebab ini merupakan berkah dan hidayahNYA buat kita semua.

Untuk mendapatkan jawaban yang terbaik, maka kami melakukan uji coba untuk pembibitan tebu dengan menggunakan 3 cara yaitu :

1. Bibit diambil 2 ruas batang tebu yang utuh terdiri dari 3 titik mata, sebab Batang tebu yang utuh merupakan cadangan makanan bagi bibit saat tumbuh, semakin panjang bibit batang tebunya semakin banyak pula cadangan makanannya dan amat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit sebelum dipindah tanam.

2. Bibit diambil satu titik mata beserta batang tebu yang utuh sepanjang 3-4 cm, sebab batang tebu yang utuh merupakan cadangan makanan bagi bibit saat tumbuh, meskipun  panjang bibit tebu yang utuh hanya 3 – 4 cm saja juga merupakan cadangan makanannya dan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit sebelum dipindah tanam.

3. Bibit diambil satu titik mata yang masih melekat pada kulitnya saja, maka cadangan makanannya sedikit sekali dan berpengaruh juga terhadap pertumbuhan bibit.

 

Media yang kami gunakan adalah campuran dari 3 bagian tanah dengan 1 bagian PTOs SEMERU padat, dan semua bibit kami rendam selama 24 jam dengan mengunakan PTOs SEMERU cair yang diencerkan dengan air. Maksud dan tujuan dari perendaman ini agar supaya semua unsur yang tekandung di PTOs SEMERU cair (nutrisi, Asam Humad, ZPT dll) terserap (proses osmosis) didalam batang tebu sehingga menjadi tambahan makanan dan mempercepat pertumbuhan dan menghasilkan bibit tebu yang berkwalitas.

Kami melakukan uji coba ini, terlepas dari permasalah pertebuan nasional dewasa ini. Selain ingin membantu seorang sahabat, kami juga ingin mendapat jawaban yang terbaik  dari alam dan serta menambah wawasan / pengalaman kami. insyaallah hasil uji coba ini bisa bermanfaat buat kita semua. AMIN.

 

PROSES AWAL PENANAMAN

PENGISIAN MEDIA CAMPURAN DARI 3 BAGIAN TANAH DENGAN 1 BAGIAN PTOs SEMERU

PENGISIAN MEDIA CAMPURAN DARI 3 BAGIAN TANAH DENGAN 1 BAGIAN PTOs SEMERU

 

Gambar 2

PEMOTONGAN BIBIT DARI DUA RUAS BATANG TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA.

PEMOTONGAN BIBIT DARI DUA RUAS BATANG TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA.

MEMODIFIKASI TRAY AGAR SESUAI DENGAN BIBIT 2RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA

MEMODIFIKASI TRAY AGAR SESUAI DENGAN BIBIT 2RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA

PERSIAPAN BIBIT

PERSIAPAN BIBIT

MEMBUAT CAMPURAN PTOs SEMERU CAIR DENGAN AIR, UNTUK PERENDAMAN BIBIT TEBU SELAMA 24 JAM.

MEMBUAT CAMPURAN PTOs SEMERU CAIR DENGAN AIR, UNTUK PERENDAMAN BIBIT TEBU SELAMA 24 JAM.

BIBIT TEBU DIRENDAM

BIBIT TEBU DIRENDAM

SEMUA BIBIT TEBU DIRENDAM SELAMA 24 JAM

SEMUA BIBIT TEBU DIRENDAM SELAMA 24 JAM

FASE PERSIAPAN TANAM

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS PERENDAMAN

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS PERENDAMAN

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS AIR RENDAMAN BIBIT, SATU BARIS BIBIT TEBU YANG DIAMBIL SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU SAJA.

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS AIR RENDAMAN BIBIT, SATU BARIS BIBIT TEBU YANG DIAMBIL SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU SAJA.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, 1 BARIS BIBIT 1 TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU, 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 CM.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, 1 BARIS BIBIT 1 TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU, 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 CM.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, SATU BARIS SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU. 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 cm.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, SATU BARIS SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU. 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 cm.

HARI SABTU TANGGAL 07- 03 -2015 TANAM.

HARI SABTU TANGGAL 07- 03 -2015 TANAM.

Gambar 17

HARI JUM`AT TANGGAL 13 - 03 -2015, UMUR 6HST SUDAH TUMBUH AKARNYA

HARI JUM`AT TANGGAL 13 – 03 -2015, UMUR 6HST SUDAH TUMBUH AKARNYA

HARI SENIN TANGGAL 16 - 03-2015 UMUR 9 HST. BEBERAPA BIBIT SUDAH TUMBUH

HARI SENIN TANGGAL 16 – 03-2015 UMUR 9 HST. BEBERAPA BIBIT SUDAH TUMBUH

HARI SABTU TANGGAL 21 - 03 - 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 – 03 – 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 - 03 - 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 – 03 – 2015 UMUR 14 HST

HARI SENIN TANGGAL 23 - 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 – 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 - 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 – 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SABTU TANGGAL 28 - 03 - 2015 UMUR 21 HST BIBIT DARI SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU PERTUMBUHANNYA KETINGGALAN.

HARI SABTU TANGGAL 28 – 03 – 2015 UMUR 21 HST BIBIT DARI SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU PERTUMBUHANNYA KETINGGALAN.

 


Lebih Detail