Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

01 Sep

Kreatifitas Acu Irigasi Buatan

 

IMG_1810Hampir seluruh bagian Indonesia kini dilanda kemarau yang panjang. Sudah, dua bulan terkahir hujan tidak kunjung datang, dan entah bagaimana nasib petani yang harus merelakan tanah kering sawahnya untuk dijual demi penyambung hidup. Memang menjadi dilema bagi penduduk berwilayah tropis seperti Indonesia. Keuntungan kondisi iklim dan geografis yang dimiliki membuat Indonesia subur sebagai negara  agraria, hanya saja masih banyak faktor determinan yang bisa menjadikan bencana bagi keberlangsungan produksi pertanian itu sendiri.

IMG_1811

Pertanian tidak bisa terlepas dengan proses pengairan. Pengairan biasa dibagi menjadi dua klasifikasi. Klasifikasi pertama adalah, pengairan secara alami, dan kedua adalah pengairan secara buatan. Klasifikasi secara alami jelas ini proses pengairan yang 100% mengandalkan air hujan, atau menggunakan air genangan hujan yang sengaja ditimbun. Akan tetapi seiring waktu, jumlah debit air hujan yang sedikit dan kebutuhan lahan yang meningkat, maka diperlukan solusi untuk pengairan, yang biasa dikenal sebagai irigasi.

Secara harfiah Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang mempunyai hubungan dengan usaha untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian. Sesuai dengan harfiahnya, irigasi ini memiliki tujuan yang dapat dilihat secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, irigasi bertujuan untuk memberikan air sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. Sedangkan secara tidak langsung, irigasi bertujuan untuk mengatur suhu tanah, pencuci tanah dari racun, pengangkut bahan pupuk, dan lain-lain.

Mengingat begitu strategisnya tujuan dari irigasi, tentu sudah dapat dibayangkan bagaimana kondisi pengairan yang kering di lahan pertanian. Gagal panen tentu pasti. Misalnya, para petani tebu yang akhirnya tidak berhasil melanjutkan penanaman dengan serempak menggunakan metode bud chip yang menggunakan pot tray, itu dikarenakan faktor determinasi keperluan banyaknya volume air yang dibutuhkan oleh akar pada fase ratoon

Kondisi tersebut, membawa kreatifitas tersendiri untuk membuat solusi dari kelangkaan itu. Ada yang disebut irigasi tetes sederhana. Dikutip dari website BPTP Kalimantan Timur Irigasi tetes merupakan sistem irigasi yang cukup sederhana, dimana metode irigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui selang infus. Irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien. Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai. Bentuk sederhana dari sistem irigasi ini adalah dengan menggunakan botol minuman mineral bekas/bambu yang dilubangi,ada juga yang mendirikan tandon kemudian dialirkan dengan selang kecil untuk tiap tanaman, dan pastinya tetap bisa diaplikasikan pada pot-pot tanaman hias dirumah bahkan untuk sawah.

Cara kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penggunaan alat ini juga sangatlah mudah, yaitu dengan mengisi wadah botol air mineral bekas /bambu yang telah dilubangi dibawahnya sekitar 0.1 cm dengan air dan menggantungkannya pada tiang gantungan yang telah disediakan dekat dengan tanaman. Jumlah lubang tetesan air ke tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan air. Apabila botol sudah kosong diisi kembali dengan air.

irigasisdhrn

 

 

Memang selalu ada solusi dari setiap permasalahan. Hanya saja memang, sudah seharusnya kita menjaga kelestarian air agar tetap tersedia berupa cadangan yang dapat digunakan apabila musim kemarau melanda. Terpenting, tidak membuang-buang air bersih, dan turut andil menjaga kelestarian ligkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mempersempit ruang hijau dengan semen. Bayangkan, jika kemarau melanda dengan lamanya, apa jadinya manusia tanpa air dan pangan?, tentu menyedihkan.


Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.