Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

10 Apr
Massgro Bersama Seluruh Stakeholder Kelurahan Jatake Tangerang

Massgro Bersama Seluruh Stakeholder Kelurahan Jatake Tangerang

Tangerang  : Petugas Kelurahan Jatake Tangerang menyerukan kepada masyarakat untuk peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Seruan ini, diwujudkan dalam bentuk sosialisasi pembuatan lubang biopori, yang diikuti oleh para ketua dari 8 Rukun Warga (RW) Kelurahan Jatake yang terdiri dari 38 Rukun Tetangga (RT). Konsep sosialisasi pembuatan lubang biopori yang diadakan Jum’at (6/3) merupakan integrasi program Walikota Tangerang yang memiliki target 1 juta lubang biopori.

Dari sebelah kiri : Rusdiyanto (Ketua Kelurahan Jatake Tangerang) , Budi Satria Djohar (GM. Massgro ), Ibnu (Tim Massgro Support)

Dari sebelah kiri : Rusdiyanto (Ketua Kelurahan Jatake Tangerang) , Budi Satria Djohar (GM. Massgro ), Ibnu (Tim Massgro Support)

Ditemui pada kesempatan sosialisasi tersebut, Rusianto, selaku Lurah Jatake, mengutarakan pembuatan banyak lubang biopori akan     membantu terciptanya daya resapan tanah tinggi terhadap curah hujan dan efektif mengurangi kemungkinan terjadinya banjir dan genangan. Ia juga menambahkan, bahwa Kelurahan wilayah Jatake siap membuat 500 lubang biopori yang sekaligus akan dilombakan antar warga untuk memperebutkan hadiah 15 juta rupiah.

“Seperti kita ketahui, Kelurahan Jatake ini kan merupakan kawasan industri yang berdampingan dengan masyarakat, Untuk itu program seperti ini memang seharusnya menjadi kerjasama antara pihak pemerintah setempat dengan pihak swasta seperti perusahaan Massgro, selaku Tutor”. Ujar Rusianto.

Bertindak sebagai General Manager Massgro, Budi Satria Djohar mengatakan, pihak Massgro sangat mendukung pada sosialisasi pembuatan lubang biopori. Terlebih untuk kawasan dekat perusaahan berada.

“Jatake masih terdapat titik banjir, seperti di Kelurahan Pasir Jaya. Sebagai perusahaan yang memproduksi alat-alat pembuatan lubang resapan biopori, kami tergerak untuk memberikan solusi untuk meminimalisasi dan mencegah kerusakan lingkungan lebih parah”. Tambah Budi.

Sosialisasi berlangsung selama tiga jam dengan kombinasi acara yang tidak hanya sekedar teori, melainkan praktek langsung di pekarangan kantor kelurahan Jatake. Petugas Kelurahan, mulai dari Kepala Lurah hingga pelaksana  harian bersama warga, belajar membuat lubang biopori dengan antusias.

Sukarmin (59) satu dari peserta yang merupakan ketua RT 03 RW 04 Jatake secara optimis menyatakan bahwa kelanjutan sosialisasi ini akan bersifat terus menerus dan berharap kelengkapan peralatan yang dibutuhkan tersedia dari pihak pemerintah kota tangerang untuk masyarakat.

Manfaat Biopori

Praktik Membuat Lubang Biopori

Praktik Membuat Lubang Biopori

Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah Lubang berdiamter 10 sampai 30 cm dengan kedalaman 30 sampai 100 cm yang diisi bahan organik. Bahan organik ini selanjutnya menjadi bahan pakan (sumber energi) bagi berbagai fauna tanah untuk melakukan aktifitasnya.

Fauna tanah, seperti cacing akan meningkat yang mengakibatkan banyaknya lubang biopori yang terbentuk. Filsuf Yunani, Aristoteles menyebutkan cacing sebagai usus bumi. Hal itu dikarenakan peranan cacing dalam kehidupan sangat penting dalam mencerna dan mendekomposisi sisa tanaman. Sehingga sisa tanaman atau limbah organik lainya tidak menumpuk.

Jika LRB ini benar-benar dilakukan oleh setiap pekarangan rumah, maka akan tercipta rekonsiliasi interaksi lingkungan dengan manusia menuju keseimbangan. Siklus rantai makanan akan berjalan dengan semestinya, dan tentu saja akan membawa kebaikan untuk hidup manusia.


Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.


×

Hello!

Klik di bawah untuk chat via WhatsApp atau kirim email ke webinquiry@massgro.com

× How can I help you?