Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

Tag Archives: Palm Oil

10 Jul

Pembibitan kunci faktor kesuksesan dari proses pengembangan hasil hutan dan pertanian. Seperti kita ketahui tujuan dari kegiatan pembibitan merupakan perpaduan dari produksi biomassa komersial , rehabilitasi lahan dan konservasi hutan, membangun kapasitas lokal dan peningkatan mata pencaharian, mitra kerja yang terlibat dengan operasional pembibitan (sudah termasuk para petani), para wirausahawan, badan – badan komersial, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Komunitas, Proyek-proyek, dan agen pemerintah.

Ukuran, komposisi dan ketersediaan jangka panjang (umur panjang) merupakan pembibitan yang juga sudah bervariasi. Ada tipe pembibitan yang sudah memproduksi mulai 50 hingga beberapa ribu benih per musim. Komersialisasi besar-besaran atau pembibitan milik Pemerintah yang memproduksi 100.000 benih per musim atau bahkan bisa lebih. Lahan pembibitan sederhana sering didirikan dari sumber daya yang dapat ditemukan secara lokal. Kebanyakan dari grup dan komunitas pembibitan didirikan dengan dukungan pihak luar seperti proyek-proyek, LSM atau agen Pemerintah. Beberapa pembibitan komersil skala besar didirikan dan dioperasionalkan menggunakan teknlogi terkini.

Pembibitan pohon merupakan lahan yang dikelola, yang didesain untuk menghasilkan pohon yang tumbuh dengan kondisi yang diinginkan sampai pada waktu mereka siap ditanam. Dapat bersifat informal, pengaturan skala kecil atau perusahaan komersil besar. Variasi pembibitan dapat dilihat dalam dari ukuran, fasilitas-fasilitas yang digunakan seperti perbekalan, alat-alat, perlengkapan, dll, tipe produksi benih, dan operasional yang diterapkan. Pembibitan juga berbeda sangat signifikan dalam hal kualitas dan kuantiti dari produksi persediaan penanaman. Namun, tujuan utama dari semua pembibitan ialah untuk menghasilkan kuantiti yang cukup dengan kualitas benih yang tinggi untuk memuaskan keinginan pengelola. Kategori pengelola termasuk operator pembibitan sendiri, individu, komunitas organisasi, kelompok tani, agen pemerintah, LSM, korporasi atau pelanggan pribadi.

TIPE-TIPE DAN KARATERISTIK NURSERY

Pembibitan pohon sangat bervariasi dari beberapa lusin benih yang tumbuh di bawah halaman belakang pohon untuk mekanik perusahaan yang memproduksi jutaan benih komersial per tahun. Meskipun beragam, terdapat empat pembibitan utama : lembaga pembibitan, proyek pembibitan, kelompok pembibitan, dan pembibitan individual. Lembaga pembibitan lebih lanjut terdiri tiga sub kategori antara lain, riset pembibitan, pembibitan milik pemerintah, dan industri pembibitan.

Pada artikel kali ini akan dibahas beberapa tipe nursery yang akan dibandingkan berdasarkan deskripsi, objektif, orientasi komersil, kualitas dan kuantitas dari pemasukan dan produk, teknologi, manajemen, riset/inovasi, peningkatan kapasitas, penyuluhan dan layanan lainnya, dukungan eksternal/internal, keuntungan dan keterbatasan.

Deskripsi Kelima Tipe Pembibitan

sumber : University of Idaho

sumber : University of Idaho

1.Penelitian Pembibitan

Tipe penelitian pembibitan biasanya didirikan, dioperasionalkan, dan diatur dari unit riset agen pemerintah, lembaga akademik, korporasi atau organisasi internasional. Biasanya tipe pembibitan seperti ini didesain menjadi fasilitas permanen dan dioperasikan selama paling sedikit 5-10 tahun. Selain itu, dilengkapi dengan perlengkapan yang modern. Proses yang dioperasionalkan antara lain, perbekalan, bahan, peralatan, alat pendukung dan instrumentasi biasanya cukup untuk diproduksi benih dan mendiagnosis/analisis tampilan benih.

 

 

 

Tanaman Acacia menggunakan Ellepot (Massgro Documentary)

Tanaman Acacia menggunakan Ellepot (Massgro Documentary)

2.Industri Pembibitan

Tipe ini, dikhususkan untuk skala industry dengan jumlah yang besar, biasanya hutan industri. Jumlah kapasitas produksi yang banyak dan menghasilkan volume besar bibit per tahun. Dalam proses penanamannya, tipe pembibitan ini memiliki standar kualitas atau spesifikasi. Prosesnya terdapat pengatur kualitas yang ketat. Fasilitas didesain permanen agar dapat dioperasionalkan untuk jangka waktu panjang. Hasil dari pembibitan industri ini dapat memberikan kualitas bibit yang ditujukan untuk komunitas kelompok kecil petani termasuk petani privat/individual yang nantinya akan mengembangkan industry ini menjadi industry perkebunan. Beberapa tipe industri pembibitan juga memproduksi benih untuk dikomersialisasikan.

 

Sumber : Disbun Kampar

Sumber : Disbun Kampar

3. Pembibitan Milik Pemeritah

Tipe ini didirikan dan dioperasionalkan oleh agen pemerintah nasional dan lokal untuk mendukung reboisasi dan program komunitas tanaman. Keberadaan tipe pembibitan ini juga biasanya sebagai wujud kolaborasi unit pemerintah atau komunitas yang nantinya sebagai pemenuhan kebutuhan baik lingkup nasional atau lokal. Dalam Beberapa tahun terakhir desentralisasi pemerintah di banyak negara sudah menghasilkan atas transformasi pusat ke manajemen lokal. Pembibitan milik Pemerintah memiliki sedikit kegiatan dan lebih kecil jika dibandingkan Pembibitan Industri. Ada yang menjadi perbedaan mendasar, proses produksi pembibitan tidak dikendalikan oleh pasar. Tetapi dijalankan atas permintaan organisasi pemerintahan atau masyarakat lokal.

 

 

sumber : mongabay.co.id

sumber : mongabay.co.id

4. Proyek Pembibitan

Tipe ini merupakan pembibitan berbasis proyek, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau pengembangan organisasi. Mereka mempromosikan budaya atau gaya hidup dengan komunitas yang ditargetkan. Lama bertahan tipe proyek pembibitan ini biasanya 3-5 tahun, tetapi bisa berlangsung waktu yang lama. Variasi kapasitas produksi mulai dari 10.000 hingga 100.000 benih per tahun. Biasaya tipe proyek pembibitan ini memiliki akses untuk menyediakan teknik informasi dan sumber produksi dari sebuah institusi pembibitan. Mereka mempromosikan pelatihan cara membibit untuk target komunitas dan kelompok penggerak pengembangan pembibitan.

 

 

sumber : hariansib.co.id

sumber : hariansib.co.id

5. Kelompok Pembibitan

Tipe kelompok pembibitan ini sengaja didirikan untuk membentuk kegiatan teknis dan kapasitas kepemimpinan dari anggota kelompok dan memperluas jumlah jenis dan kualitas ketersediaan plasma nutfah untuk diberikan kepada anggota kelompok. Mereka memproduksi sekitar 500 hingga 10.000 benih. Pembibitan kelompok kecil dapat dioperasikan paling sedikit 2 hingga 3 rumah tangga, sedangkan pembibitan yang lebih besar dioperasikan oleh kelompok spesifik untuk mengembang tanggung jawab tersebut. Kedua pihak baik laki-laki dan perempuan memiliki peran dalam kelompok pembibitan. Kelompok lebih kecil cenderung memiliki masa hidup lebih lama, hal ini dikarenakan perpaduan yang terjadi sering berdasarkan hubungan keluarga, pertemanan, dan kepercayaan. Kelompok pembibitan yang lebih besar, cenderung menghentikan kegiatan operasional ketika tujuan terpenuhi atau dukungan pihak luar dihentikan.

Ukuran, kapasitas produksi dan tingkat kecanggihan bervariasi yang meluas, mulai dari beberapa bibit ditanam di daur ulang di dalam tray. Tipe kelompok pembibitan ini juga terbilang terbatas dalam hal pendistribusian yang hanya kepada komunitas dan sesekali memenuhi kebutuhan skala kecil proyek penanaman. Meski terbatas, sifat pembibitan yang individual sering memproduksi berbagai spesies tanaman yang luas.

(sumber informasi : Tree Nursery Sourcebook, Winrock Internasional )


Lebih Detail

News Report : Bisnis, Kebersamaan, dan Persahabatan di PTKS 2015
29 May

 

DSC01668Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2015 di Yogyakarta bulan lalu (20/5) memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung dan exhibitor yang terdiri dari produsen dan jenis perusahaan pendukung bisnis usaha kelapa sawit di Indonesia. PTKS 2015 merupakan rangkaian dari seminar, workshop, pameran industri kelapa sawit, dan diakhiri dengan field trip yang diikuti oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang ada di Indonesia.

Kebersamaan yang terjalin selama empat hari berturut-turut seperti ajang reuni (temu kangen) para pelaku bisnis kelapa sawit di mana pun. Saling tukar gagasan dan permasalahan yang terjadi di lapangan menjadikan pertemuan ini seperti lumbung solusi dari tiap-tiap perusahaan. Bisa dikatakan pelaku bisnis kelapa sawit “Dia Lagi, Dia Lagi”, hampir di beberapa pertemuan kelapa sawit mereka sering bertemu, maka tidak heran jika senyum, selalu terlihat di Ballroom Alana Hotel, Yogyakarta. Selain itu juga, suasana makin meriah ketika salah satu peserta menyumbangkan lagu di panggung, tidak lama peserta lainnya saling unjuk gigi hingga terjadilah kolaborasi antar peserta. Kondisi ini membuat para exhibitor yang membuka booth pameran juga ikut menikmati suasana ruangan hingga banyak yang tersenyum dan tertawa. DSC01669

Sebuah event seperti pameran tidak hanya sekedar berbisnis. Ihwal tujuan bisnis yang utama, namun jauh dari itu, hubungan kedekatan yang dapat dimengerti satu sama lain dalam hal pembibitan kelapa sawit berupa teknologi dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh tiap perusahaan juga kian penting, karena kebutuhan tiap perusahaan berbeda maka fungsi konsultasi kerap dijalankan oleh para exhibitor. Begitu juga dengan Massgro, salah satu perusahaan penyedia wadah/alat persemaian kelapa sawit berupa pot tray berkesempatan untuk berpartisipasi sebagai exhibitor di PTKS 2015 Yogyakarta.

DSC01642Banyak pelaku usaha kelapa sawit baik bidang Riset, Pengadaan, Marketing, Development, hingga Direktur mengunjungi stand Massgro yang berkuran 3×3 meter yang bernuansa hijau, dan juga terintegrasi dengan visi kami yaitu “Praktis dan Inovatif”. Mereka berkunjung sambil  berbagi cerita dan pengalaman seputar media persemaian yang selama ini mereka gunakan. Selain itu berdasarkan pengamatan dari cerita-cerita dan pengalaman yang dilontarkan para pengunjung, Massgro berinisiatif untuk menawarkan produknya untuk menjadi solusi permasalahan yang muncul ketika di lapangan.

Pada dasarnya  Permasalahan yang muncul ketika persemaian (pre nursery) adalah wadah yang cepat rusak, perlu adanya efisiensi, jumlah lahan yang terbatas, dan limbah polybag yang menumpuk di lahan. Untuk itu, Massgro hadir menawarkan pilihan lain dalam hal wadah persemaian yang ergonomis (mudah digunakan), jika dibandingkan dengan wadah persemaian yang lain, pot tray Massgro tidak membutuhkan banyak tanah, sehingga dikatakan cukup efisien.

DSC01647Massgro memberikan kesempatan bagi perusahaan yang ingin memesan trial produk bernama 320 cc Square Tube dengan tujuan sebagai riset, komperasi penggunaan dengan wadah persemaian sebelumnya, atau sebagai alat utama persemaian kelapa sawit itu sendiri. Produk Massgro yang diperkenalkan lainnya adalah inovasi baru persemaian dari Denmark bernama Ellepot System. Ellepot System merupakan inovasi baru persemaian yang menggunakan paper cup (berbahan kertas) yang lebih efisien dan tidak menimbulkan limbah di tanah. Ellepot masih diperuntukan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) seperti akasia, sedang untuk kelapa sawit masih proses uji coba di Ekuador.

PTKS 2015 tidak hanya memberikan peluang bisnis melainkan kebersamaan sehingga terjalin hubungan persahabatan. Harapan tercipta simbiosis mutualisme antara exhibitor dan pengunjung atau bahkan exhibitor dengan exhibitor akan nyata di depan mata. Sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang pada pameran-pameran berikutnya.


Lebih Detail


×

Hello!

Klik di bawah untuk chat via WhatsApp atau kirim email ke webinquiry@massgro.com

× How can I help you?