Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

Tag Archives: petani

05 Dec
Tim Agroschooling Clossing berfoto bersama

Tim Agroschooling Clossing berfoto bersama

Sabtu, 14 November 2015, International Association of Students in Agricultural and related Sciences (IAAS) Local Committee Unpad dan Massgro menyelenggarakan Agroschooling di SD Cikuda dan SD Cibeusi, Jatinangor yang dimulai pada 26 September – 14 November 2015.  Agroschooling 2015 dilaksanakan Untuk mengenalkan dunia pertanian pada murid-murid sekolah dasar dengan konsep “Creative Farming For Kids”, Pada kegiatan tersebut, murid-murid SD ini selain dikenalkan dengan dunia pertanian dan seberapa pentingnya pertanian untuk kehidupan, mereka juga diajarkan untuk cinta lingkungan.

Setelah beberapa bulan pembelajaran berjalan, dengan materi penanaman benih di tray semai, vertikultur, hidroponik kapiler, terrarium, kokedama, diet kantong plastik dan beberapa lagu bahasa inggris maka diadakan acara penutupan Agroschooling, pada Sabtu (14/11), IAAS LC Unpad  mengajak sekitar 138 murid untuk mengadakan pameran hasil karya di gedung aula FIB Unpad Jatinangor. Tujuannya adalah untuk berbagi hasil karya dari SD Cikuda dan SD Cibeusi dan membangkitkan cita-cita mereka untuk masuk pendidikan perguruan tinggi.

“Kegiatan pengabdian seperti ini, merupakan hal penting yang harus dilakukan setiap organisasi dan IAAS Unpad mampu melaksanakan Agroschooling dengan luar biasa, terutama dalam membangkitkan profesi pertanian sejak dini dengan cara kreatif. Sehingga 9 tahun kedepan anak-anak ini berani memilih studi di fakultas pertanian karena mereka sudah melihat dan merasakan bagaimana petani yang sebenarnya” ujar bapak Noladhi Wicaksna SP., MP., Ph.D  di depan siswa, beberapa guru, kepala sekolah dan kepala desa Cibeusi selaku dosen dan tim LPKA Universitas Padjadjaran.

Kegiatan Agroschooling dinilai menarik karena dalam pembelajarannya, siswa diajarkan untuk mengenal berbagai macam media tanam mulai pada tahap pembibitan hingga pada fase menanam (Main Planting). Seperti dikatakan Kantri Maharani, selaku Marketing Communication Massgro yang menyampaikan kata sambutan pembukaan acara mengatakan, perlu adanya tunas generasi bangsa yang mencintai profesi seorang petani. Karena, negara kita agraris, dan potensi untuk maju di era pasar bebas internasional ini perlu disiapkan secara fundemental.

“Kita senang sudah diajarin bagaimana cara menanam pakcoy dan kangkung dengan kakak IAAS dan ternyata petani itu bukan hanya untuk orangtua” Ujar Noval siswa dari SD Cibeusi. Begitu juga dengan dengan Ichsan siswa dari SD Cikuda mengatakan, “kita ingin kakaknya ngajarin kita setiap minggu ada bukan hanya 8 minggu saja, karena setiap praktek di sekolah saya selalu ngelakukan juga dirumah”.

Murid-murid SD tersebut sangat antusias mengikuti acara penutupan Agroschooling 2015 bermain, bercerita serta menuliskan testimoni hasil dari kegiatan Agroschooling 2015. “Saya senang dan belajar banyak mengabdi dari IAAS Unpad, kegiatan ini dimulai dari tahun 2012 dan masih berjalan setiap tahun dan ini tahun ke-4, ini menunjukan bahwa Agroschooling penting dan memiliki pencapaian yang hebat. Saya berharap tahun 2016 Agroschooling tetap diadakan dengan anak-anak SD yang lebih banyak karena sangat bermanfaat untuk orang banyak” ungkap Maribi Putri salah satu volunteer dari UPI.

1448589987047

Pengarahan dari Guru SD Cibeusi

IMG_7390

Murid-murid SD Cibeusi dan Cikuda Jatinangor belajar menanam bibit

IMG_7393

Antusiasme Siswa terhadap Tray Semai 100 Massgro

IMG_7398

Volunteer IAAS membantu pada proses pembibitan

IMG_7405

Dengan sabar Volunteer Agroschooling menerangkan fungsi pembibitan

IMG_7394

Agroschooling bertujuan untuk mengubah stigma masyarakat dari sejak dini yang menyatakan bahwa pertanian adalah kegiatan orangtua, miskin dan tertinggal. Nyatanya, dengan teknik seperti ini, kegiatan pertanian tetap bisa dilaksanakan dan terasa menyenangkan karena selain praktik, didatangkan juga beberapa petani muda yang sukses. Diharapkan, Agroschooling dapat membangkitkan minat anak-anak terhadap dunia pertanian. No Farm, No Food, No Life! 

 

Penulis : Tim IAAS Unpad
Penyunting : Kantri Maharani (Marketing Communication Massgro)

 


Lebih Detail

16 Aug

Bung Karno pernah berkata, “Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Berat dan penuh makna, yang bisa kita ambil hikmahnya ketika memaknai kalimat singkat dari mantan presiden nomor 1 itu.

Berbicara tentang pemuda jelas tidak akan ada habisnya. Sebab generasi muda akan berjumlah banyak di setiap era. Berikut akan dibahas 10 pemuda yang meinspirasi Indonesia pada era dan bidang profesi yang berbeda :

sumber : www.wikipedia.com

sumber : www.wikipedia.com

1. Soekarni

Sosok muda yang enerjik dan memiliki intuisi yang luar biasa ini menjadi cikal bakal terjadinya Proklamasi Kemerdekaan. Mengenyam pendidikan dari ilmu jurnalistik Bandung ini dikenal sebagai revolusioner yang berhasil ditakuti oleh kolonial Belanda karena dia seorang pemberontak. Atas gelora jiwa muda yang dimilikinya lah, Bung Karno berhasil memproklamirkan kemerdekaan setelah pengasingan Rengasdengklok oleh Soekarni . (Dikutip dari Wikipedia)

Emil2. Ridwan Kamil

Siapa yang tidak tahu Ridwan Kamil, sosok muda dengan sapaan kang emil yang juga Walikota Bandung ini telah menginspirasi kaum muda perkotaan untuk giat dalam kegiatan lingkungan, bernama Indonesia Berkebun. Sebuah gerakan menggabungkan aspek sosial dan hobi (urban farming) berhasil menyulap lahan-lahan kosong di perkotaan untuk dijadikan lahan perkebunan. Kini gerakan tersebut berhasil menarik minat kaum urban perkotaan untuk mencintai kegiatan berkebun. (Dikutip dari berbagai sumber)

Dr Riny

3. Dr. Riny Sari Bachtiar

Seorang dokter muda yang merupakan koordinator volunteer dokter terbang ini patut diacungkan jempol. Atas inisiatif dan keberanian tinggi ia berhasil menembus pedalaman Papua yang ketika itu ia dan tim dokter volunter terhalang oleh kondisi fasilitas dan akses kesehatan yang tersedia di sana, ia menerjang jalur laut dan tak tak jarang melampaui pedalaman menggunakan kapal perintis. Kini berkat dedikasinya itu, akses transportasi dan fasilitas kesehatan perlahan diberikan oleh Pemerintah pusat dan setempat. (Dikutip dari detik.com)

Martunis4. Pesepak Bola, Martunis

Tragedi Tsunami yang terjadi 12 tahun lalu di Aceh menjadi titik balik jalan hidup bagi anak 12 tahun lalu. Adalah Martunis sang anak kecil yang diangkat anak oleh Cristiano Ronaldo kini sudah tumbuh dewasa dan kini sudah menjadi pesepak bola di klub besar Sporting Lisbon, Portugal. Perjalanan hidup yang berawal dari kesedihan kini sudah menjadi prestasi gemilang yang menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia. (Dikutip dari: bola.viva.co.id)

Nadiem Makariem

5. Nadiem Makarim,

Sang juragan Go-jek Fenome ojek online di Indonesia menjadi terobosan baru teknologi yang patut diperhitungkan. Siapa sangka pria muda bernama Nadiem Makarim sang pendiri Go-jek terinspirasi dari rutinitas penggunaan ojek di Jakarta yang memprihatinkan. Modernisasi yang dlakukan nya bertujuan agar para ojek dapat memiliki akses komunikasi, transaksional pembayaran, dan produktivitas akan meningkat. Maka tidak heran, jika nama brand gojek begitu pesat 2 tahun terakhir ini. (Dikutip dari berbagai sumber)

ferry6. Ferry Unardi

Lagi-lagi masih tentang bisnis online yang cukup inspiratif dari kaum muda. Ferry Unardi, pria asal Padang, Sumatra Barat mengibarkan e-commerce Traveloka setelah ia lulus menjadi sarjana di Amerika. Gagasan ide ini berawal dari pengalaman dirinya yang sulit mencari tiket pesawat pulang dengan harga yang murah ketika di Amerika. Kini Traveloka berhasil menjadi pioneer munculnya e-commerce dalam bidang traveling. (dikutip dari www.swa.co.id)

Tiza7. Tiza Mafira

Penggunaan plastik yang tidak mudah diurai membuat kekhawatatiran tersendiri bagi Tiza Mafira perempuan cantik penggagas Gerakan indonesia Diet Kantong Plastik (GIDP). Gerakan ini dimulai dari inisiatif dirinya yang mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama peduli dengan bahayanya penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye pertama dilakukan dengan petisi online di change.com. Hasilnya, kini ia berhasil menarik anak muda seluruh Indonesia untuk peduli, dalam satu wadah komunitas bernama Indonesia Diet Kantong Plastik. (Dikutip dari www.liputan6.com)

Mitha8. Miftahul Huda

Menjadi seorang petani mungkin tidak masuk dalam daftar cita-cita anak bangsa saat ini. Tapi tidak bagi Miftahul Huda. Lulusan Institut Pertanian Bogor ini sangat beda. Idelisme dan cita-cita mulia untuk pulang ke kampung halaman sebagai petani modern, ini berhasil membangun Banjarnegara dengan budidaya kentang. Tidak hanya sebagai pemenuhan sumber pangan, ia juga membuka lahan pekerja dengan mengajak para petani untuk menggarap lahan sebagai upaya budidaya kentang. (Dikutip dari : www.tabloidsahabatpetani.com)

134821_marshachikita9. Marsha Chikita Fawzi

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh kartun Upin Ipin yang sudah menghibur anak anak indonsia. Adalah Marsha Chikita Fawzi sang kartunis asal Indonesia yang menciptakan sosok kartun upin ipin saat ini. Walaupun kartun upin ipin merupakan produksi Malaysia, Indonesia harus berbangga memiliki anak bangsa yang bisa membawa nama harum bangsa di negara lain. (Dikutip dari detik.com)

radit2dlm10. Raditya Dika

Sosok muda, cerdas, kreatif dan pandai menghibur ini dinobatkan menjadi tokoh inspiratif bagi kaum muda tanah air. Gagasan Cerdasnya dituangkan dengan karya seni baik berupa karya novel, film ataupun stand up comedy show berhasil meraih antusiasme kaum muda Indonesia. Bahkan Sosial media yang dimilikinya kini sudah menembus lebih dari 7 juta followers. (Dikutip dari: www.kaltimtribunnews.com)

70 tahun kemerdekaan Indonesia kini membawa harapan baru dengan semangat baru. Apa pun dan di mana pun kita berkarya sudah seharusnya didedikasikan untuk tanah Air tercinta. Dirgahayu Republik Indonesia ke 70 tahun semoga makin berjaya menembus sangsaka internasional dengan semangat muda penuh inspiratif bersama kita bisa.

 


Lebih Detail

01 Jul
Model Tray 45 cell Massgro Pada Fase Kecamba

Model Tray 45 cell Massgro Pada Fase Kecamba

Indonesia harus bersyukur memiliki potensi iklim yang baik untuk ditanami jenis beberapa komoditi pertanian, terlebih komoditi yang biasa dijadikan sebagai makanan pokok sehari-hari. Tebu salah satunya.

Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula dan vetsin. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Kemampuan berumur mencapai kurang lebih 1 tahun.Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra.

Banyak manfaat yang dihasilkan dari tanaman berjenis rumput ini. Tebu dapat menghasilkan biomassa yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi. Biasanya digunakan sebagai bahan bakar memasak. Tebu juga bisa digunakan untuk bahan bakar boiler sebagai pembangkit listrik, dan juga yang paling famliar, air perasan tebu yang menjadi pelepas dahaga.

Potensi membumi dan komersial seperti dimiliki tebu menjadikan perkembangan komoditi ini menjadi stimulus munculnya inovasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi. Seperti yang akan dibahas pada salah satu buku jurnal yan dikeluarkan oleh Media Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan. Dalam buku setebal 129 halaman, kita akhirnya menjadi tahu 4 pilar utama cara meningkatkan produktivitas.

Empat pilar utama tersebut antara lain Pembibitan, Sulaman / sisipan, Pemupukan dan Manajamenen akar.

Tray Massgro    A.Pembibitan
pada pilar ini pembibitan cukup dengan pembibitan pola baru, 3 tahap pembibitan yang biasa        dikenal :
1. Pembibitan cukup (suatu pembibitan tingkat litbang)
2. Pembibitan Perbanyak (di lapang)
Sebagai upaya penekanan biaya produksi bibit, maka jarak tanam (PKP)
disesuaikan dengan umur panennya sekitar 80-90cm. Syarat bibit harus diperhatikan seperti        kemurnian, sehat dan berdaya tumbuh tinggi.

Seleksi bibit harus diarahkan pada tingkat rendemen, berat batang per/m, jumlah anakan, tinggi batang , tingkat kerobohan, ketahanan terhadap hama/penyakit dan adaptasi.

B.Sulaman/Sisipan
Meningkatkan jumlah tanaman, agar sesuai degan norma yakni 100.000 batang/ha dengan cara :

1.Menanam dengan bibit yang baik dan seragam (1) dengan jumlah yang cukup.
2.Sulaman pada plant cane dilakukan pada bulan ke-2, pada saat tunas telah tumbuh dengan bibit yang telah disipakan dalam pottray.
3.Sulaman/sisipan tanaman tebu pada Ratoon, dilaksanakan segera setelah tebang dengan bibit pottray. Bibit dalam pottray belum biasa digunakan dalam tanaman tebu, namun hal ini dapat dilaksanakan tanpa ada kesulitan. Bibit disiapkan oleh masing-masing petani.

C. Pemupukan
Memperbaiki teknik pemupukan dan pembuatan rekomendasinya dengan 5T :
1.Dalam menentukan rekomendasi pemupukan, dilakukan teknik analisa daun yang dilengkapi dengan percobaan pemupukan untuk mencari titik efisiensi ekonomi secara riil.
2.Memperbanyak frekuensi pemupukan agar penyerapan hara lebih baik.
3.Memperhatikan T lainnya seperti tepat cara, tepat waktu, dan tepat jenis.
4.Menggunakan pupuk organic yang mengandung mikroba pelarut hara untuk “menghidupkan tanah” kembali.

Kondisi AkarD.Manajemen Akar
Melaksanakan manajemen akar dengan baik dapat mendukung peningkatan produktivitas. Caranya antara lain:
1.Pembumbunan (Penutupan akar oleh tanah).
2.Memutuskan akar untuk merangsang perakaran baru.
3.Memotong bekas tebangan serapat mungkin dengan tanah, untuk menghindari “akar gantung”.

Ada hal yang paling penting dalam memperlakukan akar tanaman, terutama tebu. Merawat akar agar tumbuh sebaik mungkin memerlukan perhatian lebih karena seperti yang kita ketahui dalam prakteknya tidak terlalu mudah dilaksanakan terutama yang menggunakan mekanisasi penuh.

Waktu paling tepat melaksanakan perawatan akar adalah pada umur 0-3 bulan dan dapat diperpanjang sampai umur 5 bulan sesuai kondisi dilapangan.Perawatan akar ini minimal dapat menjaga kondisi akar agar tetap dapat berkembang denga baik, misalnya dengan pemberian mulsa.

Tebu saat ini masih dijastifikasi sebagai tanaman semusim. Padahal saat ini tebu sudah menjadi tanaman tahunan. Tinggal bagaimana kita merubah paradigm dasar kita bahwa benar-benar tanaman tahunanan yang mana, hasil yang dicapai akan maksimal jika kita tahu bagaimana cara merawatnya.

Jika selama ini petani mengeluh harus menanam pada lahan yang mendekati basah, kini tebu bisa ditanam pada lahan kering. Tinggal bagaimana kita melaksanakan teknis agronomis yang baik. Pada teknisnya, teknis agronomi ini tentu akan memuaskan dan lebih cepat terlihat, apabila usaha ini dilakukan secara intensif.

Keterangan :
Ratoon adalah sisa tanaman haruslah ditinggalkan, karena potensi produktivitas ratoon lebih besar dari plant cane. Ratoon perlu perencanaan jangka panjang (minimal 5 tahun) terutama dalam pencapaikan produksi.


Lebih Detail


×

Hello!

Klik di bawah untuk chat via WhatsApp atau kirim email ke webinquiry@massgro.com

× How can I help you?