Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

Tag Archives: Pot tray

01 Sep

Kreatifitas Acu Irigasi Buatan

 

IMG_1810Hampir seluruh bagian Indonesia kini dilanda kemarau yang panjang. Sudah, dua bulan terkahir hujan tidak kunjung datang, dan entah bagaimana nasib petani yang harus merelakan tanah kering sawahnya untuk dijual demi penyambung hidup. Memang menjadi dilema bagi penduduk berwilayah tropis seperti Indonesia. Keuntungan kondisi iklim dan geografis yang dimiliki membuat Indonesia subur sebagai negara  agraria, hanya saja masih banyak faktor determinan yang bisa menjadikan bencana bagi keberlangsungan produksi pertanian itu sendiri.

IMG_1811

Pertanian tidak bisa terlepas dengan proses pengairan. Pengairan biasa dibagi menjadi dua klasifikasi. Klasifikasi pertama adalah, pengairan secara alami, dan kedua adalah pengairan secara buatan. Klasifikasi secara alami jelas ini proses pengairan yang 100% mengandalkan air hujan, atau menggunakan air genangan hujan yang sengaja ditimbun. Akan tetapi seiring waktu, jumlah debit air hujan yang sedikit dan kebutuhan lahan yang meningkat, maka diperlukan solusi untuk pengairan, yang biasa dikenal sebagai irigasi.

Secara harfiah Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang mempunyai hubungan dengan usaha untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian. Sesuai dengan harfiahnya, irigasi ini memiliki tujuan yang dapat dilihat secara langsung dan tidak langsung. Secara langsung, irigasi bertujuan untuk memberikan air sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tanaman itu sendiri. Sedangkan secara tidak langsung, irigasi bertujuan untuk mengatur suhu tanah, pencuci tanah dari racun, pengangkut bahan pupuk, dan lain-lain.

Mengingat begitu strategisnya tujuan dari irigasi, tentu sudah dapat dibayangkan bagaimana kondisi pengairan yang kering di lahan pertanian. Gagal panen tentu pasti. Misalnya, para petani tebu yang akhirnya tidak berhasil melanjutkan penanaman dengan serempak menggunakan metode bud chip yang menggunakan pot tray, itu dikarenakan faktor determinasi keperluan banyaknya volume air yang dibutuhkan oleh akar pada fase ratoon

Kondisi tersebut, membawa kreatifitas tersendiri untuk membuat solusi dari kelangkaan itu. Ada yang disebut irigasi tetes sederhana. Dikutip dari website BPTP Kalimantan Timur Irigasi tetes merupakan sistem irigasi yang cukup sederhana, dimana metode irigasi yang menghemat air dengan membiarkan air menetes pelan-pelan ke akar tanaman, baik melalui permukaan tanah atau langsung ke akar, melalui selang infus. Irigasi tetes merupakan teknologi irigasi yang bertujuan untuk memanfaatkan ketersediaan air yang sangat terbatas secara efisien. Teknologi ini cocok diterapkan pada lahan kering dengan topografi relatif landai. Bentuk sederhana dari sistem irigasi ini adalah dengan menggunakan botol minuman mineral bekas/bambu yang dilubangi,ada juga yang mendirikan tandon kemudian dialirkan dengan selang kecil untuk tiap tanaman, dan pastinya tetap bisa diaplikasikan pada pot-pot tanaman hias dirumah bahkan untuk sawah.

Cara kerja irigasi tetes sederhana adalah menampung air dalam wadah dengan mengalirkannya ke tanaman menggunakan tekanan gaya gravitasi melalui lubang yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penggunaan alat ini juga sangatlah mudah, yaitu dengan mengisi wadah botol air mineral bekas /bambu yang telah dilubangi dibawahnya sekitar 0.1 cm dengan air dan menggantungkannya pada tiang gantungan yang telah disediakan dekat dengan tanaman. Jumlah lubang tetesan air ke tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan air. Apabila botol sudah kosong diisi kembali dengan air.

irigasisdhrn

 

 

Memang selalu ada solusi dari setiap permasalahan. Hanya saja memang, sudah seharusnya kita menjaga kelestarian air agar tetap tersedia berupa cadangan yang dapat digunakan apabila musim kemarau melanda. Terpenting, tidak membuang-buang air bersih, dan turut andil menjaga kelestarian ligkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mempersempit ruang hijau dengan semen. Bayangkan, jika kemarau melanda dengan lamanya, apa jadinya manusia tanpa air dan pangan?, tentu menyedihkan.


Lebih Detail

News Report : Bisnis, Kebersamaan, dan Persahabatan di PTKS 2015
29 May

 

DSC01668Pertemuan Teknis Kelapa Sawit (PTKS) 2015 di Yogyakarta bulan lalu (20/5) memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung dan exhibitor yang terdiri dari produsen dan jenis perusahaan pendukung bisnis usaha kelapa sawit di Indonesia. PTKS 2015 merupakan rangkaian dari seminar, workshop, pameran industri kelapa sawit, dan diakhiri dengan field trip yang diikuti oleh perusahaan-perusahaan kelapa sawit yang ada di Indonesia.

Kebersamaan yang terjalin selama empat hari berturut-turut seperti ajang reuni (temu kangen) para pelaku bisnis kelapa sawit di mana pun. Saling tukar gagasan dan permasalahan yang terjadi di lapangan menjadikan pertemuan ini seperti lumbung solusi dari tiap-tiap perusahaan. Bisa dikatakan pelaku bisnis kelapa sawit “Dia Lagi, Dia Lagi”, hampir di beberapa pertemuan kelapa sawit mereka sering bertemu, maka tidak heran jika senyum, selalu terlihat di Ballroom Alana Hotel, Yogyakarta. Selain itu juga, suasana makin meriah ketika salah satu peserta menyumbangkan lagu di panggung, tidak lama peserta lainnya saling unjuk gigi hingga terjadilah kolaborasi antar peserta. Kondisi ini membuat para exhibitor yang membuka booth pameran juga ikut menikmati suasana ruangan hingga banyak yang tersenyum dan tertawa. DSC01669

Sebuah event seperti pameran tidak hanya sekedar berbisnis. Ihwal tujuan bisnis yang utama, namun jauh dari itu, hubungan kedekatan yang dapat dimengerti satu sama lain dalam hal pembibitan kelapa sawit berupa teknologi dan mengetahui apa yang dibutuhkan oleh tiap perusahaan juga kian penting, karena kebutuhan tiap perusahaan berbeda maka fungsi konsultasi kerap dijalankan oleh para exhibitor. Begitu juga dengan Massgro, salah satu perusahaan penyedia wadah/alat persemaian kelapa sawit berupa pot tray berkesempatan untuk berpartisipasi sebagai exhibitor di PTKS 2015 Yogyakarta.

DSC01642Banyak pelaku usaha kelapa sawit baik bidang Riset, Pengadaan, Marketing, Development, hingga Direktur mengunjungi stand Massgro yang berkuran 3×3 meter yang bernuansa hijau, dan juga terintegrasi dengan visi kami yaitu “Praktis dan Inovatif”. Mereka berkunjung sambil  berbagi cerita dan pengalaman seputar media persemaian yang selama ini mereka gunakan. Selain itu berdasarkan pengamatan dari cerita-cerita dan pengalaman yang dilontarkan para pengunjung, Massgro berinisiatif untuk menawarkan produknya untuk menjadi solusi permasalahan yang muncul ketika di lapangan.

Pada dasarnya  Permasalahan yang muncul ketika persemaian (pre nursery) adalah wadah yang cepat rusak, perlu adanya efisiensi, jumlah lahan yang terbatas, dan limbah polybag yang menumpuk di lahan. Untuk itu, Massgro hadir menawarkan pilihan lain dalam hal wadah persemaian yang ergonomis (mudah digunakan), jika dibandingkan dengan wadah persemaian yang lain, pot tray Massgro tidak membutuhkan banyak tanah, sehingga dikatakan cukup efisien.

DSC01647Massgro memberikan kesempatan bagi perusahaan yang ingin memesan trial produk bernama 320 cc Square Tube dengan tujuan sebagai riset, komperasi penggunaan dengan wadah persemaian sebelumnya, atau sebagai alat utama persemaian kelapa sawit itu sendiri. Produk Massgro yang diperkenalkan lainnya adalah inovasi baru persemaian dari Denmark bernama Ellepot System. Ellepot System merupakan inovasi baru persemaian yang menggunakan paper cup (berbahan kertas) yang lebih efisien dan tidak menimbulkan limbah di tanah. Ellepot masih diperuntukan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI) seperti akasia, sedang untuk kelapa sawit masih proses uji coba di Ekuador.

PTKS 2015 tidak hanya memberikan peluang bisnis melainkan kebersamaan sehingga terjalin hubungan persahabatan. Harapan tercipta simbiosis mutualisme antara exhibitor dan pengunjung atau bahkan exhibitor dengan exhibitor akan nyata di depan mata. Sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang pada pameran-pameran berikutnya.


Lebih Detail

News Report : Massgro, Dan Antusiasme INPALME 2015 Di Medan
04 May

 

DSC02350Keberhasilan International Palm Oil Exhibition 2015 (INPALME 2015) di Medan bulan lalu mengisahkan kesan tersendiri bagi yang hadir sebagai exhibitor ataupun visitor. Ajang pameran kelapa sawit bergengsi yang diadakan setiap dua tahun sekali, pada tahun ini diselenggarakan di Medan International Convention Centre (MICC) selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 23-25 April 2015. Ada kurang lebih 100 partisipan dari dalam dan luar negeri yang membuka booth untuk memperkenalkan produk masing-masing. Beragam jenis perusahaan yang berkaitan dengan kelapa sawit baik hulu ataupun hilir berjejer mengemas stand pameran semenarik mungkin agar bisa menarik perhatian pengunjung untuk datang mengenal lebih jauh informasi produk.

Pada kesempatan tersebut, Massgro perusahaan penyedia alat-alat pembibitan ikut serta dalam INPALME 2015. Mengusung tema “Simply, Green, and Currious”, Massgro  mencoba mengenalkan produk mutakhir untuk pembibitan kelapa sawit berupa pot tray bernama 320 cc tube and frame 

Pot tray yang didesain khusus untuk memudahkan pembibitan kelapa sawit untuk lebih effisien, berhasil memancing rasa ingin tahu pengunjung untuk berkunjung dan bertanya seputar produk. Tidak hanya perusahaan kelapa sawit, melainkan petani individual, akademisi dan masyarakat umum baik dalam ataupun luar negeri sangat antusias mengenal lebih baih jauh produk Massgro.

DSC02293Selain kunjungan stand pameran yang membludak, seminar penjelasan mengenai “Metode Pembibitan Kelapa Sawit” pun ikut dibanjiri oleh pengunjung. Seminar berdurasi 45 menit dirasa kurang oleh pengunjung yang mengajukan pertanyaan  kepada GM. Massgro Budi Satria Djohar, selaku narasumber.

Pertanyaan demi pertanyaan dari pengunjung membuat kewalahan menjawab. Tapi bagaimanapun kami sangat senang. Artinya, masyarakat sudah mulai peduli mengenai pembibitan kelapa sawit yang ramah lingkungan dan effisien ini. Ujar Budi usai seminar Inpalme.

Antusiasme Pengunjung

320 cc Tube and frame merupakan produk 100% dalam negeri yang mejawab tantangan polemik kelapa sawit saat ini. Komoditi kelapa sawit di Indonesia merupakan komoditi utama dan sangat besar menghasilkan devisa untuk Indonesia. Jumlah yang besar dalam penanaman bibit (Pre Nursery) menyebabkan kendala dalam manajemen waktu baik itu pada saat karantina ataupun proses transplantasi tanaman dari fase Pre Nursery ke fase Main Nursery.

Seperti dikatakan oleh John S. Selaku Section Head Aklimatisasi and Dispatch Sinar Mas Agriculture Tbk, (SMART Tbk,) pada saat video testimoni penggunaan produk massgro di Inpalme 2015 bahwa pada proses pre nursery jumlah bibit yang ditanam sangat banyak, perlu ada sinkronisasi antar pendataan dan kinerja karyawan untuk melakukan pemindahan fase tanam, dan penggunaan yang bisa berjangka panjang.

Kantri Maharani (PRO PT. Megah Buana Pancarona) menjelaskan kepada pengunjung

“320 cc Tube and Frame tidak seperti polybag yang biasa digunakan selama ini. Jika polybag digunakan hanya sekali pemakaian, produk kami justru dapat digunakan berkali-kali, dengan minimum pemakaian sebanyak 3 kali. Dan produk ini meminimalisasi transplant shock pada tanaman”. Ucap Kantri Maharani selaku Public Relations Officer PT. Megah Buana Pancarona di depan pengunjung stand pameran. Ia juga menambahkan, kelebihan produk 320 cc Tube and Frame lainnya adalah, memiliki ruas-ruas pada frame yang bertujuan untuk melancarkan sirkulasi udara, agar akar dapat tumbuh dan berkembang dengan sempurna.

Pada kesempatan yang sama juga, Massgro tidak hanya mengenalkan produk 320 cc Tube and frame saja, melainkan salah satu produk terbaru hasil  kerja sama dengan Perusahaan Ellegaard dari Denmark, yang bernama Ellepots System. Ellepots System merupakan metode pembibitan baru menggunakan wadah tanam kertas (paper pots) yang ramah lingkungan yang dapat menghasilkan pertumbuhan akar untuk tidak tumbuh melingkar, melainkan menyamping. Uniknya, kertas yang menempel tidak lantas menjadikan sampah di tanah, melainkan akan menyatu dengan media tanam di dalamnya seperti cocopeat (Serabut Kelapa).

DSC02423320 cc Tube and Frame dan Ellepots System berhasil menambah kemeriahan antusiasme pengunjung Inpalme 2015 untuk melihat secara dekat bagaimana proses pembibitan tidak selalu rumit, melainkan sesuatu yang dapat dikerjakan secara effisien baik dalam hal biaya dan tenaga kerja. Selain itu, kelapa sawit juga bisa menjadi komoditi kebun industri Indonesia yang ramah lingkungan.

Kami segenap keluarga besar Massgro mengucapkan terimakasih kepada INPALME 2015 yang sudah menjadi mitra kerja penyelenggaraan yang baik selama berlangsung. Ucapan terimakasih juga disampaikan untuk seluruh pengunjung yang sudah sangat antusias mengenal produk kami. Sampai ketemu pada pameran berikutnya.

 


Lebih Detail

10 Apr

Seorang sahabat meminta bantuan kepada kami untuk melakukan pembibitan tebu secara full organik di tray dengan menggunakan bibit tebu dari titik matanya saja, kami bukan peneliti dan bukan petani tebu dan kami pun belum berpengalaman untuk bercocok tanam tebu apalagi untuk melakukan pembibitan tebu. Dengan Bismillahirrahmannirrahiim dan serta dengan hidayah NYA berupa PTOs SEMERU yang merupakan pupuknya tanah kami haqul yaqiin bisa melaksanakannya, bila uji coba ini berhasil insyaallah kami bisa berpartisipasi di pertebuan Indonesia. Bilamana hal ini terjadi betapa besar rasa syukur kami sebab ini merupakan berkah dan hidayahNYA buat kita semua.

Untuk mendapatkan jawaban yang terbaik, maka kami melakukan uji coba untuk pembibitan tebu dengan menggunakan 3 cara yaitu :

1. Bibit diambil 2 ruas batang tebu yang utuh terdiri dari 3 titik mata, sebab Batang tebu yang utuh merupakan cadangan makanan bagi bibit saat tumbuh, semakin panjang bibit batang tebunya semakin banyak pula cadangan makanannya dan amat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit sebelum dipindah tanam.

2. Bibit diambil satu titik mata beserta batang tebu yang utuh sepanjang 3-4 cm, sebab batang tebu yang utuh merupakan cadangan makanan bagi bibit saat tumbuh, meskipun  panjang bibit tebu yang utuh hanya 3 – 4 cm saja juga merupakan cadangan makanannya dan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit sebelum dipindah tanam.

3. Bibit diambil satu titik mata yang masih melekat pada kulitnya saja, maka cadangan makanannya sedikit sekali dan berpengaruh juga terhadap pertumbuhan bibit.

 

Media yang kami gunakan adalah campuran dari 3 bagian tanah dengan 1 bagian PTOs SEMERU padat, dan semua bibit kami rendam selama 24 jam dengan mengunakan PTOs SEMERU cair yang diencerkan dengan air. Maksud dan tujuan dari perendaman ini agar supaya semua unsur yang tekandung di PTOs SEMERU cair (nutrisi, Asam Humad, ZPT dll) terserap (proses osmosis) didalam batang tebu sehingga menjadi tambahan makanan dan mempercepat pertumbuhan dan menghasilkan bibit tebu yang berkwalitas.

Kami melakukan uji coba ini, terlepas dari permasalah pertebuan nasional dewasa ini. Selain ingin membantu seorang sahabat, kami juga ingin mendapat jawaban yang terbaik  dari alam dan serta menambah wawasan / pengalaman kami. insyaallah hasil uji coba ini bisa bermanfaat buat kita semua. AMIN.

 

PROSES AWAL PENANAMAN

PENGISIAN MEDIA CAMPURAN DARI 3 BAGIAN TANAH DENGAN 1 BAGIAN PTOs SEMERU

PENGISIAN MEDIA CAMPURAN DARI 3 BAGIAN TANAH DENGAN 1 BAGIAN PTOs SEMERU

 

Gambar 2

PEMOTONGAN BIBIT DARI DUA RUAS BATANG TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA.

PEMOTONGAN BIBIT DARI DUA RUAS BATANG TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA.

MEMODIFIKASI TRAY AGAR SESUAI DENGAN BIBIT 2RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA

MEMODIFIKASI TRAY AGAR SESUAI DENGAN BIBIT 2RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA

PERSIAPAN BIBIT

PERSIAPAN BIBIT

MEMBUAT CAMPURAN PTOs SEMERU CAIR DENGAN AIR, UNTUK PERENDAMAN BIBIT TEBU SELAMA 24 JAM.

MEMBUAT CAMPURAN PTOs SEMERU CAIR DENGAN AIR, UNTUK PERENDAMAN BIBIT TEBU SELAMA 24 JAM.

BIBIT TEBU DIRENDAM

BIBIT TEBU DIRENDAM

SEMUA BIBIT TEBU DIRENDAM SELAMA 24 JAM

SEMUA BIBIT TEBU DIRENDAM SELAMA 24 JAM

FASE PERSIAPAN TANAM

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS PERENDAMAN

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS PERENDAMAN

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS AIR RENDAMAN BIBIT, SATU BARIS BIBIT TEBU YANG DIAMBIL SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU SAJA.

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS AIR RENDAMAN BIBIT, SATU BARIS BIBIT TEBU YANG DIAMBIL SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU SAJA.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, 1 BARIS BIBIT 1 TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU, 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 CM.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, 1 BARIS BIBIT 1 TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU, 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 CM.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, SATU BARIS SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU. 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 cm.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, SATU BARIS SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU. 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 cm.

HARI SABTU TANGGAL 07- 03 -2015 TANAM.

HARI SABTU TANGGAL 07- 03 -2015 TANAM.

Gambar 17

HARI JUM`AT TANGGAL 13 - 03 -2015, UMUR 6HST SUDAH TUMBUH AKARNYA

HARI JUM`AT TANGGAL 13 – 03 -2015, UMUR 6HST SUDAH TUMBUH AKARNYA

HARI SENIN TANGGAL 16 - 03-2015 UMUR 9 HST. BEBERAPA BIBIT SUDAH TUMBUH

HARI SENIN TANGGAL 16 – 03-2015 UMUR 9 HST. BEBERAPA BIBIT SUDAH TUMBUH

HARI SABTU TANGGAL 21 - 03 - 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 – 03 – 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 - 03 - 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 – 03 – 2015 UMUR 14 HST

HARI SENIN TANGGAL 23 - 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 – 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 - 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 – 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SABTU TANGGAL 28 - 03 - 2015 UMUR 21 HST BIBIT DARI SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU PERTUMBUHANNYA KETINGGALAN.

HARI SABTU TANGGAL 28 – 03 – 2015 UMUR 21 HST BIBIT DARI SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU PERTUMBUHANNYA KETINGGALAN.

 


Lebih Detail

Penyemaian bibit dengan pot tray
18 Feb

Penyemaian bibit merupakan suatu proses yang memberi nilai tambah keberhasilan penanaman. Pada proses ini pertunasan bibit akan dinilai dan dipilah sehingga potensi tumbuh saat penanaman menjadi lebih tinggi. Dan pemeliharaan yang baik saat di persemaian akan menentukan tingkat tumbuh yang lebih baik saat tanaman ditanam di lapang.

Masih banyaknya penyemaian bibit yang saat ini menggunakan poly bag mengundang pro dan kontra bila dibandingkan dengan Pot Tray / Tray Semai. Apalagi pada penanaman skala menengah hingga besar, tentunya diperlukan alat bantu yang praktis agar didapatkan tingkat efisiensi yang maksimal.

Berikut perbandingan alat bantu persemaian dengan menggunakan poly bag dan tray semai :

Media Semai Poly bag Tray Semai
Harga Lebih murah Lebih mahal
Bisa dipakai berulang-ulang Tidak Ya
Media Tanam Lebih banyak Lebih sedikit
Mengisi media tanam dan bibit Lebih lama dan sulit Lebih cepat dan mudah
Pemeliharaan Sering terlipat saat disiram Lebih mudah karena lebih rapat
Pemindahan Satu per satu, lebih lambat Beberapa bibit sekaligus, lebih cepat

Demikian dapat kita simpulkan bahwa penggunaan tray semai lebih praktis daripada penggunaan poly bag. Kendala utama dari penggunaan tray semai adalah dari investasi awal yang lebih tinggi dari poly bag, namun dalam skala pembibitan menengah maupun besar perbedaan nilai investasi tersebut akan dapat diserap oleh kemudahan-kemudahan yang diperoleh.


Lebih Detail