Contact Twitter Facebook
Hub. Kami +62 21 2972 5488

Tag Archives: tebu

02 Dec
Pupuk Fosfor dalam Pottray

Proses Pemupukan Menggunakan Tray Massgro di PTKS Medan

Pupuk Fosfat merupakan jenis pupuk tunggal (Straight Fertilizer) yang masuk ke dalam kategori pupuk buatan (Kimia), dimana seperti kita ketahui walaupun dikatakan sebagai pupuk buatan, namun pada proses pembuatannya tetap masuk ke dalam quality control yang baik.

Dilansir dari balittra.litbang.pertanian.go.idpupuk fosfat memiliki pengaruh terhadap proses, (1) Respirasi dan fotosintesis ; (2) Penyusunan asam nukleat ; (3) Pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah. ; (4) Perangsang perkembangan akar sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap kekeringan, dan mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen.

Pada artikel ini akan dibahas seputar 3 Karakteristik Jenis Pupuk Fosfat yang wajib Anda ketahui.

1. Larut dalam Air

Fosfor dikatakan larut dalam alam dikarenakan asam fosfor dapat diabsorbsi dengan cepat dan tersedia bagi tanaman muda dimana akar-akarnya belum berkembang secara sempurna. Uniknya, ketika sudah masuk-bercampur dengan tanah, asam fosfor yang sudah larut dalam air tersebut, berubah menjadi tidak larut dalam air, sehingga bahaya pencucian berkurang.

Pada tanah-tanah asam banyak dijumpai kondisi banyak mengandung Besi dan Alumunium, asam fosfor mudah sekali berubah menjadi tidak larut, sehingga P2O yang tersedia juga berkurang. Untuk memperkecil resiko ini pupuk harus diberikan dengan cara pocket atau drill sepanjang tanaman.

Contoh : Superphosphate (E.S.P.;D.S.P; T.S.P.) ; Mono Ammonium Phosphate; Di Ammonium Phosphate (D.A.P)

2. Larut dalam Asam Sitrat

Karakteristik ini sangat cocok untuk jenis tanah-tanah yang bersifat asam dan atau jenis-jenis tanah laterik. Sebagai contoh karakteristik ini, Basic Slag (14-18% P2O5); Rhenania Phosphate (32 – 26% P2O5 ) ;Di Calcium Phospahate (39% P2O

3. Tidak Larut dalam Asam Sitrat dan Air

Pupuk yang termasuk ke dalam grup ini adalah Rock Phosphate. Dapat dipakai untuk berbagai jenis tanah dengan dosis yang umumnya lebih tinggi daripada kedua kelompok di atas. Sangat lamban tersedia bagi tanaman, tergantung juga dari besar-kecilnya butiran, biasanya lebih dari 1 tahun. bila diberikan bersama-sama pupuk hijau, ketersediannya lebih cepat lagi.

Contoh, Rock Phospate  (30 – 36% P2O5)

Dengan demikian, kita bisa mengetahui, komposisi pupuk yang disesuaikan dengan kebutuhan tanam. Perlu juga diketahui, tanaman yang kekurangan unsur fosfor akan terlihat dari daun tua yang menjadi keunguan bahkan cenderung kelabu, tulang daun muda berwarna hijau gelap. Seperti hangus, dan pertumbuhan daun kecil, kerdil, dan akhirnya rontok.

Sedangkan, tanaman yang kelebihan unsur fosfor meakibatkan, penyerapan unsur lain seperti unsur mikro besi, tembaga, dan seng terganggu. Untuk itu, perlu adanya takaran pas dalam menyusun komposisi nutrisi tanaman agar tumbuh kembang dengan baik. Semoga artikel ini bermanfaat. Salam Hijau..!!


Lebih Detail

01 Jul
Model Tray 45 cell Massgro Pada Fase Kecamba

Model Tray 45 cell Massgro Pada Fase Kecamba

Indonesia harus bersyukur memiliki potensi iklim yang baik untuk ditanami jenis beberapa komoditi pertanian, terlebih komoditi yang biasa dijadikan sebagai makanan pokok sehari-hari. Tebu salah satunya.

Tebu adalah tanaman yang ditanam untuk bahan baku gula dan vetsin. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis. Kemampuan berumur mencapai kurang lebih 1 tahun.Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di pulau Jawa dan Sumatra.

Banyak manfaat yang dihasilkan dari tanaman berjenis rumput ini. Tebu dapat menghasilkan biomassa yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi. Biasanya digunakan sebagai bahan bakar memasak. Tebu juga bisa digunakan untuk bahan bakar boiler sebagai pembangkit listrik, dan juga yang paling famliar, air perasan tebu yang menjadi pelepas dahaga.

Potensi membumi dan komersial seperti dimiliki tebu menjadikan perkembangan komoditi ini menjadi stimulus munculnya inovasi yang berkaitan dengan peningkatan produksi. Seperti yang akan dibahas pada salah satu buku jurnal yan dikeluarkan oleh Media Perkebunan Direktorat Jenderal Perkebunan. Dalam buku setebal 129 halaman, kita akhirnya menjadi tahu 4 pilar utama cara meningkatkan produktivitas.

Empat pilar utama tersebut antara lain Pembibitan, Sulaman / sisipan, Pemupukan dan Manajamenen akar.

Tray Massgro    A.Pembibitan
pada pilar ini pembibitan cukup dengan pembibitan pola baru, 3 tahap pembibitan yang biasa        dikenal :
1. Pembibitan cukup (suatu pembibitan tingkat litbang)
2. Pembibitan Perbanyak (di lapang)
Sebagai upaya penekanan biaya produksi bibit, maka jarak tanam (PKP)
disesuaikan dengan umur panennya sekitar 80-90cm. Syarat bibit harus diperhatikan seperti        kemurnian, sehat dan berdaya tumbuh tinggi.

Seleksi bibit harus diarahkan pada tingkat rendemen, berat batang per/m, jumlah anakan, tinggi batang , tingkat kerobohan, ketahanan terhadap hama/penyakit dan adaptasi.

B.Sulaman/Sisipan
Meningkatkan jumlah tanaman, agar sesuai degan norma yakni 100.000 batang/ha dengan cara :

1.Menanam dengan bibit yang baik dan seragam (1) dengan jumlah yang cukup.
2.Sulaman pada plant cane dilakukan pada bulan ke-2, pada saat tunas telah tumbuh dengan bibit yang telah disipakan dalam pottray.
3.Sulaman/sisipan tanaman tebu pada Ratoon, dilaksanakan segera setelah tebang dengan bibit pottray. Bibit dalam pottray belum biasa digunakan dalam tanaman tebu, namun hal ini dapat dilaksanakan tanpa ada kesulitan. Bibit disiapkan oleh masing-masing petani.

C. Pemupukan
Memperbaiki teknik pemupukan dan pembuatan rekomendasinya dengan 5T :
1.Dalam menentukan rekomendasi pemupukan, dilakukan teknik analisa daun yang dilengkapi dengan percobaan pemupukan untuk mencari titik efisiensi ekonomi secara riil.
2.Memperbanyak frekuensi pemupukan agar penyerapan hara lebih baik.
3.Memperhatikan T lainnya seperti tepat cara, tepat waktu, dan tepat jenis.
4.Menggunakan pupuk organic yang mengandung mikroba pelarut hara untuk “menghidupkan tanah” kembali.

Kondisi AkarD.Manajemen Akar
Melaksanakan manajemen akar dengan baik dapat mendukung peningkatan produktivitas. Caranya antara lain:
1.Pembumbunan (Penutupan akar oleh tanah).
2.Memutuskan akar untuk merangsang perakaran baru.
3.Memotong bekas tebangan serapat mungkin dengan tanah, untuk menghindari “akar gantung”.

Ada hal yang paling penting dalam memperlakukan akar tanaman, terutama tebu. Merawat akar agar tumbuh sebaik mungkin memerlukan perhatian lebih karena seperti yang kita ketahui dalam prakteknya tidak terlalu mudah dilaksanakan terutama yang menggunakan mekanisasi penuh.

Waktu paling tepat melaksanakan perawatan akar adalah pada umur 0-3 bulan dan dapat diperpanjang sampai umur 5 bulan sesuai kondisi dilapangan.Perawatan akar ini minimal dapat menjaga kondisi akar agar tetap dapat berkembang denga baik, misalnya dengan pemberian mulsa.

Tebu saat ini masih dijastifikasi sebagai tanaman semusim. Padahal saat ini tebu sudah menjadi tanaman tahunan. Tinggal bagaimana kita merubah paradigm dasar kita bahwa benar-benar tanaman tahunanan yang mana, hasil yang dicapai akan maksimal jika kita tahu bagaimana cara merawatnya.

Jika selama ini petani mengeluh harus menanam pada lahan yang mendekati basah, kini tebu bisa ditanam pada lahan kering. Tinggal bagaimana kita melaksanakan teknis agronomis yang baik. Pada teknisnya, teknis agronomi ini tentu akan memuaskan dan lebih cepat terlihat, apabila usaha ini dilakukan secara intensif.

Keterangan :
Ratoon adalah sisa tanaman haruslah ditinggalkan, karena potensi produktivitas ratoon lebih besar dari plant cane. Ratoon perlu perencanaan jangka panjang (minimal 5 tahun) terutama dalam pencapaikan produksi.


Lebih Detail

10 Apr

Seorang sahabat meminta bantuan kepada kami untuk melakukan pembibitan tebu secara full organik di tray dengan menggunakan bibit tebu dari titik matanya saja, kami bukan peneliti dan bukan petani tebu dan kami pun belum berpengalaman untuk bercocok tanam tebu apalagi untuk melakukan pembibitan tebu. Dengan Bismillahirrahmannirrahiim dan serta dengan hidayah NYA berupa PTOs SEMERU yang merupakan pupuknya tanah kami haqul yaqiin bisa melaksanakannya, bila uji coba ini berhasil insyaallah kami bisa berpartisipasi di pertebuan Indonesia. Bilamana hal ini terjadi betapa besar rasa syukur kami sebab ini merupakan berkah dan hidayahNYA buat kita semua.

Untuk mendapatkan jawaban yang terbaik, maka kami melakukan uji coba untuk pembibitan tebu dengan menggunakan 3 cara yaitu :

1. Bibit diambil 2 ruas batang tebu yang utuh terdiri dari 3 titik mata, sebab Batang tebu yang utuh merupakan cadangan makanan bagi bibit saat tumbuh, semakin panjang bibit batang tebunya semakin banyak pula cadangan makanannya dan amat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit sebelum dipindah tanam.

2. Bibit diambil satu titik mata beserta batang tebu yang utuh sepanjang 3-4 cm, sebab batang tebu yang utuh merupakan cadangan makanan bagi bibit saat tumbuh, meskipun  panjang bibit tebu yang utuh hanya 3 – 4 cm saja juga merupakan cadangan makanannya dan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit sebelum dipindah tanam.

3. Bibit diambil satu titik mata yang masih melekat pada kulitnya saja, maka cadangan makanannya sedikit sekali dan berpengaruh juga terhadap pertumbuhan bibit.

 

Media yang kami gunakan adalah campuran dari 3 bagian tanah dengan 1 bagian PTOs SEMERU padat, dan semua bibit kami rendam selama 24 jam dengan mengunakan PTOs SEMERU cair yang diencerkan dengan air. Maksud dan tujuan dari perendaman ini agar supaya semua unsur yang tekandung di PTOs SEMERU cair (nutrisi, Asam Humad, ZPT dll) terserap (proses osmosis) didalam batang tebu sehingga menjadi tambahan makanan dan mempercepat pertumbuhan dan menghasilkan bibit tebu yang berkwalitas.

Kami melakukan uji coba ini, terlepas dari permasalah pertebuan nasional dewasa ini. Selain ingin membantu seorang sahabat, kami juga ingin mendapat jawaban yang terbaik  dari alam dan serta menambah wawasan / pengalaman kami. insyaallah hasil uji coba ini bisa bermanfaat buat kita semua. AMIN.

 

PROSES AWAL PENANAMAN

PENGISIAN MEDIA CAMPURAN DARI 3 BAGIAN TANAH DENGAN 1 BAGIAN PTOs SEMERU

PENGISIAN MEDIA CAMPURAN DARI 3 BAGIAN TANAH DENGAN 1 BAGIAN PTOs SEMERU

 

Gambar 2

PEMOTONGAN BIBIT DARI DUA RUAS BATANG TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA.

PEMOTONGAN BIBIT DARI DUA RUAS BATANG TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA.

MEMODIFIKASI TRAY AGAR SESUAI DENGAN BIBIT 2RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA

MEMODIFIKASI TRAY AGAR SESUAI DENGAN BIBIT 2RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA

PERSIAPAN BIBIT

PERSIAPAN BIBIT

MEMBUAT CAMPURAN PTOs SEMERU CAIR DENGAN AIR, UNTUK PERENDAMAN BIBIT TEBU SELAMA 24 JAM.

MEMBUAT CAMPURAN PTOs SEMERU CAIR DENGAN AIR, UNTUK PERENDAMAN BIBIT TEBU SELAMA 24 JAM.

BIBIT TEBU DIRENDAM

BIBIT TEBU DIRENDAM

SEMUA BIBIT TEBU DIRENDAM SELAMA 24 JAM

SEMUA BIBIT TEBU DIRENDAM SELAMA 24 JAM

FASE PERSIAPAN TANAM

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS PERENDAMAN

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS PERENDAMAN

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS AIR RENDAMAN BIBIT, SATU BARIS BIBIT TEBU YANG DIAMBIL SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU SAJA.

PERSIAPAN TANAM, MEDIA DISIRAM DENGAN BEKAS AIR RENDAMAN BIBIT, SATU BARIS BIBIT TEBU YANG DIAMBIL SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU SAJA.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, 1 BARIS BIBIT 1 TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU, 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 CM.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, 1 BARIS BIBIT 1 TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU, 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 CM.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, SATU BARIS SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU. 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 cm.

PERSIAPAN TANAM, 3 BARIS 2 RUAS TEBU UTUH DENGAN 3 TITIK MATA, SATU BARIS SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU. 5 BARIS BIBIT SATU TITIK MATA BESERTA BATANG TEBU UTUH SEPANJANG 3-4 cm.

HARI SABTU TANGGAL 07- 03 -2015 TANAM.

HARI SABTU TANGGAL 07- 03 -2015 TANAM.

Gambar 17

HARI JUM`AT TANGGAL 13 - 03 -2015, UMUR 6HST SUDAH TUMBUH AKARNYA

HARI JUM`AT TANGGAL 13 – 03 -2015, UMUR 6HST SUDAH TUMBUH AKARNYA

HARI SENIN TANGGAL 16 - 03-2015 UMUR 9 HST. BEBERAPA BIBIT SUDAH TUMBUH

HARI SENIN TANGGAL 16 – 03-2015 UMUR 9 HST. BEBERAPA BIBIT SUDAH TUMBUH

HARI SABTU TANGGAL 21 - 03 - 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 – 03 – 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 - 03 - 2015 UMUR 14 HST

HARI SABTU TANGGAL 21 – 03 – 2015 UMUR 14 HST

HARI SENIN TANGGAL 23 - 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 – 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 - 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SENIN TANGGAL 23 – 03 -2015 UMUR 16 HST. DISIRAM / DIKOCOR DENGAN CAMPURAN PTOs SEMERU PADAT DAN CAIR YANG DILARUTKAN DENGAN AIR

HARI SABTU TANGGAL 28 - 03 - 2015 UMUR 21 HST BIBIT DARI SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU PERTUMBUHANNYA KETINGGALAN.

HARI SABTU TANGGAL 28 – 03 – 2015 UMUR 21 HST BIBIT DARI SATU TITIK MATA YANG MELEKAT PADA KULIT TEBU PERTUMBUHANNYA KETINGGALAN.

 


Lebih Detail

Pengantar
14 Feb

massgro adalah 100% produk asli Indonesia yang semenjak tahun 2000 telah berkiprah di bidang peralatan hortikultur yang terbuat dari plastik. Kami dipercaya oleh beberapa pengembang internasional yang mensupplai berbagai pembibit di Amerika, Eropa dan Australia. Produk kami digunakan oleh banyak nursery dengan beragam komoditas diantaranya adalah : tomat, paprika, tebu, eucalyptus, kelapa sawit, sayuran dan tanaman hias.


Lebih Detail